Tiza Mafira, Tinggalkan Karier Mapan demi Lingkungan Hidup
Tiza Mafira meninggalkan karier hukum mapan demi aktivisme lingkungan. Selama bekerja di firma hukum, ia merasa dilematis karena mewakili perusahaan yang merusak lingkungan. Puncaknya, ketika meninjau lahan sawah subur yang akan dijadikan pabrik semen, hatinya hancur. Sejak itu, Tiza fokus pada kegiatan sukarelawan dan kampanye diet kantong plastik sebagai Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik. Ia juga tampil dalam film dokumenter Pulau Plastik bersama aktivis lain, menolak plastik sekali pakai. Sebelumnya, ia ikut The Story of Plastic (2019). Kepedulian lingkungan menjadi panggilan hidupnya, melebihi posisi dan jenjang karier mapan.
*****
Kepedulian terhadap isu-isu lingkungan ternyata sudah menjadi panggilan hidup Tiza Mafira. Posisi dan jenjang karier bagus di sebuah firma hukum ternyata tak mengalihkannya dari hasrat itu. Sebuah kejadian membuka matanya dan lalu membulatkan tekadnya nyemplung total di dunia aktivisme.
”Sejak S-1 hingga ambil beasiswa S-2 di Harvard School of Law, aku memang ambil konsentrasi ke soal hukum lingkungan. Tapi, selama bekerja aku kok merasa jadi malah mewakili perusahaan-perusahaan tertentu, yang kadang justru bermasalah dengan lingkungan hidup. Jadinya dilematis,” ujar Tiza per telepon, Jumat (9/4/2021).
Ada satu kejadian yang semakin membulatkan tekad Tiza kemudian untuk hengkang dari zona nyaman pekerjaannya. Satu waktu dia ditugasi kantor mewakili sebuah perusahaan yang akan membeli sebidang lahan luas untuk membangun pabrik baru mereka. Saat meninjau, Tiza terpesona dengan lahan berupa area persawahan luas nan subur dan memiliki pemandangan indah.
”Saya merasa sangat patah hati karena tahu lahan sawah yang hijau, subur, luas, dan cantik itu mau diubah jadi pabrik semen. Dari situ saya coba ikut banyak kegiatan sukarelawan lingkungan hidup, termasuk mengampanyekan diet kantong plastik,” tambah Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik itu.
Baru-baru ini, Tiza dan dua aktivis peduli lingkungan lain memerankan tokoh sentral dalam sebuah film dokumenter Pulau Plastik yang disutradarai Dandhy Laksono dan Rahung Nasution. Bersama vokalis Navicula asal Bali, Gede Robi, dan ahli biologi asal Jawa Timur, Prigi Arisandi, mereka memerankan tiga orang yang menolak diam melawan plastik sekali pakai.
Film kolaborasi Visinema Pictures, Kopernik, Akarumput, dan Watchdoc itu akan tayang di bioskop mulai tanggal 22 April 2021 mendatang. Terkait penampilannya dalam sebuah film dokumenter, Tiza mengatakan ini bukan yang pertama kali. Tiza penah ikut tampil dalam film dokumenter global bertema serupa, The Story of Plastic (2019).
”Kalau di film kemarin (Pulau Plastik), aku enggak sampai disuruh berakting, sih. Apalagi pakai, misalnya, adegan mengendap-endap di lokasi pencemaran. Kalau sampai harus berakting pastinya ya bakal kikuk, deh, ha-ha-ha,” ujarnya terbahak.
Sumber: Kompas.id, Tiza Mafira Tinggalkan Karier Mapan demi Lingkungan Hidup, 13 Apr 2021 04:31 WIB
Leave a Reply