
Ayu Diandra Sari, Tetap Hati-hati
Ayu Diandra Sari, Putri Indonesia Lingkungan Hidup 2008, tetap menjaga keseimbangan antara hidup sehat dan menikmati makanan favoritnya. Meski peduli gizi dan aktif berolahraga, Diandra tak menolak “guilty pleasure” seperti makanan manis atau cokelat, selama dikonsumsi bijak dan sesuai waktu. Ia mengatur pola makan dan olahraga agar asupan kalori tetap seimbang. Strateginya termasuk membagi makanan dengan teman atau meminta porsi kecil. Bagi Diandra, sesekali memanjakan diri adalah bagian dari hidup sehat yang menyenangkan. Kuncinya, menurutnya, adalah kontrol, kesadaran, dan tetap menikmati tanpa berlebihan.
*****
Peduli pada masalah gizi dan gemar berolahraga tidak membuat Putri Indonesia Lingkungan Hidup 2008, Ayu Diandra Sari (31), lupa menghadiahi dirinya dengan makanan-makanan menyenangkan namun sebenarnya tidak bisa tergolong sehat, istilahnya guilty pleasure. ”Pasti. Biasanya makanan yang aku suka yang kujadikan ’hadiah’ buat diri aku,” ujarnya, Sabtu (11/1/2020), di Jakarta.
Namun, Diandra tetap berhati-hati saat menikmatinya. Misalnya, besok Diandra berencana ingin mengonsumsi makanan manis, dia akan mengatur jam makannya supaya tetap seimbang antara kalori yang masuk dan keluar. ”Misalnya aku mau makan yang manis itu jadi pencuci mulut, ya sebelumnya aku olahraga seperti biasa dan makanannya enggak berdekatan dengan jam tidur juga,” kata Diandra.
Begitu juga saat makan cokelat yang disebut dalam banyak penelitian bisa memperbaiki mood sehingga membuat orang menjadi lebih bahagia. ”Cuma hati-hati, mengingat cokelat ini kandungan kalori dan gulanya cukup tinggi. Ya, kita harus pandai mengatur porsi makan dan waktunya,” papar Diandra.
Strategi lain saat menikmati guilty pleasure-nya adalah dengan mengajak teman. Apalagi kalau sang teman juga memiliki kesukaan yang sama.
”Tetapi, kalau pas enggak bersama teman, biasanya misal aku pesan sesuatu, aku minta santannya dikurangi atau gulanya dikurangi. Atau makan nasi, minta nasinya diganti nasi merah atau minta setengah porsi saja. Karena sering kali sebenarnya guilty pleasure cuma keinginan kita pada satu momen saja. Setelah makan beberapa suap, rasanya sudah cukup, ha-ha-ha,” kata Diandra.
Sumber: Kompas edisi 12 Januari 2020 di halaman 8 dengan judul “Tetap Hati-hati”.
Leave a Reply