
Doni Monardo, Terima Doktor Kehormatan
Letjen Doni Monardo menerima gelar doktor kehormatan dari IPB University atas pengabdiannya di bidang lingkungan hidup dan sumber daya alam. Rektor IPB, Arif Satria, menilai Doni menunjukkan kepemimpinan luar biasa dalam pendidikan, pertanian, pembangunan, dan kemanusiaan. Doni, Kepala BNPB dan Ketua Satgas Covid-19, sebelumnya menjabat Pangdam III/Siliwangi, Pangdam XVI/Pattimura, Danjen Koppasus, dan Komandan Pasukan Pengawal Presiden. Ia dikenal menginisiasi gerakan Citarum Harum untuk membersihkan Sungai Citarum. Saat menerima kabar gelar doktor kehormatan, Doni berada di lokasi nol kilometer Sungai Ciliwung. Ia menanggapi dengan rendah hati, berharap pengabdian terbaik selalu diberikan bagi bangsa.
*****
Perhatiannya tanpa putus pada isu lingkungan hidup membawa Letjen Doni Monardo menerima penghargaan gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa) dari IPB University yang sebelumnya bernama Institut Pertanian Bogor.
Rektor IPB University Arif Satria dalam pernyataan tertulis, Selasa (20/10/2020), mengatakan, Doni Monardo telah menunjukkan kepemimpinan lingkungan. Doni dinilai melakukan pengabdian dan jasa luar biasa bagi kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang ilmu pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, pendidikan, pembangunan pertanian dalam arti luas, serta kemanusiaan.
Doni, yang kini menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana sejak 9 Januari 2019, juga dipercaya sebagai Ketua Satgas Covid-19. Sebelumnya Doni pernah menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Pangdam III/Siliwangi, Pangdam XVI/Pattimura, Danjen Koppasus, dan Komandan Pasukan Pengawal Presiden.
Jejak perhatian Doni pada lingkungan hidup terlihat, antara lain, saat menjabat Pangdam III/Siliwangi, Doni menginisiasi Citarum Harum, yaitu gerakan membersihkan Sungai Citarum yang bermuara ke Ibu Kota dari limbah industri dan rumah tangga. Saat menerima kabar dari IPB University, Doni sedang di lokasi nol kilometer Sungai Ciliwung di kawasan Cisarua, Bogor.
Mengenai gelar doktor kehormatan yang dia terima, lelaki berdarah Lintau, Sumatera Barat, kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963, ini menanggapi dengan rendah hati.
”Semoga kita semua selalu memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara di mana pun bertugas dan berada,” ucapnya.
Kesibukan yang tinggi menangani Covid-19 saat ini menurut stafnya, Egy Massadiah, membuat Doni ingin orasi ilmiah dilakukan tahun depan.
Sumber: Kompas.id, Doni Monardo Terima Doktor Kehormatan, 23 Okt 2020 05:09 WIB
Leave a Reply