
Praktikno, Perjamuan Makan Terbaik dari Indonesia
Kunjungan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga ke Indonesia pada 20 Oktober 2020 menjadi tamu negara pertama di era pandemi Covid-19. Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan persiapan protokol kesehatan yang ketat. Semua delegasi wajib tes swab PCR setiba di Jakarta, jumlah peserta dibatasi untuk pertemuan bilateral (1+5) dan jamuan kenegaraan (1+6). Jamuan dilakukan secara self service, dengan makanan dan minuman disajikan panas di depan kursi undangan. Dessert wedang ronde juga disajikan panas, dan piring serta sendok ditaruh di box sterilizer. PM Suga memuji protokol Indonesia sebagai yang terbaik, membuat Pratikno dan Menlu Retno bersyukur.
*****
Di balik kunjungan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga ke Indonesia, Selasa (20/10/2020), ada cerita menarik yang dituturkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno (58). Ternyata, tak hanya Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan diplomat Kemlu yang sibuk, tetapi juga Pratikno dan Kepala Sekretariat Presiden beserta jajaran. Pasalnya, kunjungan PM Suga dan delegasi Jepang ini adalah kunjungan tamu negara pertama di era pandemi Covid-19.
”Saya juga harus bolak-balik ke Istana Bogor, ikut bersama bu Menlu mengatur protokoler kenegaraan yang ketat agar semuanya aman dari Covid-19 saat kunjungan PM Suga,” ujar Pratikno saat video konferensi dengan Kompas, Kamis (22/10/2020), di Jakarta.
Menurut mantan Rektor UGM Yogyakarta itu, adakalanya Kepala Protokol Negara dan Kasetpres harus berdiskusi intens dengan para diplomat Jepang untuk merundingkan protokol selama kunjungan.
”Kami berdiskusi dengan sejumlah diplomat Jepang untuk jalankan protokol kesehatan yang ketat demi kesehatan PM Suga dan Presiden Joko Widodo beserta ibu negara dan anggota delegasi,” tambah suami Siti Farida dan ayah dari tiga putri dan seorang cucu itu.
Sejak tiba di Jakarta hingga penyambutan dan jamuan kenegaraan di Istana Bogor, semuanya diatur rinci berdasarkan disiplin protokol kesehatan.
”Ini semua, kan, buat keamanan dan kesehatan bersama,” ujar Pratikno.
Semua delegasi diharuskan tes usap (swab) PCR setiba di Jakarta. Bahkan, saat pertemuan bilateral, jumlah delegasi sangat dibatasi, hanya 1+5 untuk Jepang dan untuk Indonesia.
Saat jamuan kenegaraan, di ruangan juga hanya 1+6 anggota delegasi, termasuk ibu negara masing-masing. Jadi, saat jamuan kenegaraan, semuanya digelar secara self service. Tidak ada yang dilayani, termasuk Presiden dan PM. Sementara makanan dan minuman yang dipanasi disajikan di depan kursi setiap undangan.
”Mulai dari menu pembuka sampai menu penutup adalah sajian panas yang aman dari Covid-19. Dessert-nya kami pilih wedang ronde agar disajikan panas. Bahkan, piring dan sendok tamu ditaruh dalam box sterilizer agar steril dan hangat,” ujar Pratikno terkekeh.
Selesai jamuan kenegaraan, di depan Presiden Jokowi, PM Suga berkomentar protokol kesehatan untuk jamuan makan yang diterapkan Pemerintah Indonesia inilah yang terbaik di dunia. Retno dan Pratikno pun bersyukur. (HAR)
Sumber: Kompas.id, Praktikno Perjamuan Makan Terbaik dari Indonesia, 23 Okt 2020 05:18 WIB
Leave a Reply