Puti dan Syandria, Bak Pinang Dibelah Dua

Puti Soekarnoputri (49), cucu Presiden Soekarno, bersama putri sulungnya Syandria (21) berbagi bakat seni dan minat budaya. Puti dikenal sebagai politisi, penari, pelukis, dan pemain piano; Syandria menekuni tari Bali dan lukis, belajar tari legong dari Eyang Guruh. Tahun lalu, Syandria menari di hadapan Raja Kamboja. Saat pandemi, ia mengoordinasikan kelas tari Bali daring untuk sekitar 20 murid, hasilnya disalurkan kepada seniman Bali terdampak Covid-19. Puti mendukung putrinya, memperkenalkan seni dan budaya positif sejak kecil. Puti kini anggota DPR bidang pendidikan dan kesehatan serta dosen tamu di universitas Jepang.

*****

Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri, yang dikenal dengan Puti (49), bersama putri sulungnya, Rakyan Ratri Syandria Sari Mardikawati Guntur Soekarnoputri Kameron yang dipanggil Syandria (21), adalah salah satu cucu dan cicit mendiang Presiden pertama RI Soekarno.

Sang ibu adalah anak tunggal dari putra sulung Soekarno-Fatmawati, Guntur Soekarnoputra dengan istrinya, Henny Emilia. Adapun Syandria yang lahir pada 17 Agustus 1999 adalah putri sulung Puti dengan suaminya, Joy Kameron, seorang pengusaha.

Ditemui beberapa waktu lalu di Jakarta, ibu dan anak itu sekilas seperti pinang dibelah dua. Keduanya punya sejumlah kesamaan. Tak cuma wajah, juga bakat dan minatnya pada seni budaya serta sikap dan pemikiran.

Seperti ibunya, yang dikenal sebagai politisi, penari, senang melukis, dan bermain piano, Syandria juga penari, tetapi lebih menyukai seni lukis. Gadis yang kini mahasiswa tingkat akhir FISIP Universitas Indonesia ini menguasai berbagai jenis tari legong Bali.

”Saya banyak belajar tari legong dari dasar hingga yang susah-susah sama Eyang Guruh (Guruh Soekarnoputra, adik bungsu Guntur Soekarnoputra),” ujar Syandria, yang tahun lalu menari di hadapan Raja Kamboja terkait 60 tahun RI-Kamboja.

Perhatian dan empatinya dengan budaya Bali saat Covid-19 sekarang ini mendorong Syandria juga mengambil inisiatif mengoordinasikan kelas online latihan tari Bali.

”Ada sekitar 20 murid, dari anak-anak hingga dewasa. Ada yang dari luar negeri juga. Mereka belajar tari Bali secara daring. Guru-gurunya para seniman Bali. Seluruh dana hasil kelas online tari Bali saya berikan buat seniman Bali yang ekonominya terpukul akibat Covid-19,” ujarnya.

Sebagai orangtua, Puti tentu mendukung kegiatan putrinya. ”Sejak kecil, saya hanya kenalkan dan arahkan seni dan budaya yang positif. Selebihnya, dia yang menentukan pilihannya,” ujar Puti yang hingga kini menjadi anggota DPR yang membidangi pendidikan dan kesehatan serta menjadi dosen tamu di sebuah universitas di Jepang.

Sumber: Kompas.id, Puti dan Syandria Bak Pinang Dibelah Dua, 25 Agt 2020 04:38 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *