
Monsinyur, untuk ”Taft Kebo”
Uskup Surabaya, Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono, merayakan 13 tahun tahbisan episkopal pada 29 Juni 2020 dengan memotong kue tar berbentuk mobil Daihatsu Taft 1982, julukan “Taft Kebo”, yang merupakan kesukaannya sejak menjadi imam di Ngawi dan Rektor Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang (1990–2000). Mobil itu tetap digunakan sebagai kendaraan operasional sehari-hari. Perayaan diwarnai misa syukur dan sekaligus misa tahbisan imamat tiga pastor diosesan, RD Robertus Theo Elno Respati, RD Agustinus Ferdian Dwi Prastiyo, dan RD Ferdinandus Eltyson Wahyudi, yang diibaratkan sebagai “jip-jip” pendamping uskup dalam penggembalaan gereja Katolik Keuskupan Surabaya. Monsinyur bersyukur atas kekuatan dan ketangguhan mobil kesayangannya.
*****
Uskup Surabaya Monsinyur (Mgr) Vincentius Sutikno Wisaksono berbahagia memperingati 13 tahun tahbisan uskup (episkopal) dengan memotong dan menikmati kue tar jip merah, Senin (29/6/2020), di Surabaya, Jawa Timur. Kue tar itu menyerupai mobil Daihatsu Taft 1982 yang diparkir di garasi wisma keuskupan.
Kendaraan dengan julukan beken ”Taft Kebo” itu memang klangenan atau kesukaan sang uskup sejak masih bertugas sebagai imam di Ngawi serta menjadi Rektor Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang selama sembilan tahun, periode 1990-2000. Mobil ini dibawa terus dan masih dipakai oleh Monsinyur sebagai kendaraan operasional sehari-hari. Uskup kelahiran Surabaya, 26 September 1953, dengan nama lahir Oei Tik Haw ini memang amat menyenangi jip.
”Kuat, tangguh, awet,” katanya.
Oleh karena menyenangi mobil model jip sekaligus rasa syukur atas kendaraan operasional yang tetap awet, Uskup Surabaya bergembira ketika menerima kue tar Taft Kebo dari para pastor diosesan. Untuk menyempurnakan kebahagiaan itu, Senin sore, Monsinyur mengadakan misa syukur 13 tahun tahbisan episkopal sekaligus misa tahbisan imamat bagi tiga pastor diosesan.
Ketiga pastor, Reverendus Dominus (RD) Robertus Theo Elno Respati, RD Agustinus Ferdian Dwi Prastiyo, dan RD Ferdinandus Eltyson Wahyudi, mungkin saja bisa diibaratkan sebagai ”jip-jip” sang uskup untuk membantu penggembalaan gereja Katolik di Keuskupan Surabaya.
Sumber: Kompas.id, Monsinyur untuk ”Taft Kebo”, 03 Jul 2020 05:00 WIB
Leave a Reply