Budiman Sudjatmiko, Saat Ditodong Pistol

Budiman Sudjatmiko (51), aktivis dan politisi PDI Perjuangan, mengaku tetap merasakan takut meski tampil berapi-api saat berorasi. Dalam diskusi dengan wartawan Kompas, ia mengenang penangkapannya pada 11 Agustus 1996, saat bersembunyi di rumah seseorang dan ditodong pistol oleh aparat tanpa seragam. Meski takut, Budiman menyalurkan rasa jengkel dan marahnya terhadap kondisi negara menjadi energi perlawanan. Ia berpikir lebih baik hidup singkat tapi bermakna daripada panjang tapi tak berbuat apa-apa. Pengalaman ini menunjukkan keberaniannya menempatkan prinsip dan aksi perjuangan di atas rasa takut pribadi.

*****

Sebagai seorang aktivis yang tampak berapi-api ketika berorasi, Budiman Sudjatmiko (51) tetap punya rasa takut. Namun kerap kali rasa takut itu berhasil ia tekan kendati dirinya sedang terpojok.

Pengakuan itu ia sampaikan dalam diskusi bersama wartawan senior Kompas Budiman Tanuredjo di Kantor Kompas, Selas (11/5/2021). Dengan santainya kedua Budiman itu membicarakan perlawanan Budiman Sudjatmiko dan rekan-rekannya pada tahun 1996. Cerita Budiman Sudjatmiko itu akan ditayangkan di acara Back to BDM di Kompas.id dan Youtube Harian Kompas, Kamis 20 Mei.

“11 Agustus 1996 saya dan teman-teman ditangkap ketika bersembunyi di rumah seseorang. Malam itu saya tidak yakin bisa selamat. Jujur saya takut. Saya ditangkap oleh seseorang tanpa seragam sambil ditodong pistol,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu bahkan sempat merasa bahwa malam itu adalah malam terakhirnya. Rasa takut itu bisa ia tekan dan ia ubah sebagai energi untuk melakukan aksi-aksi perlawanan.

“Rasa takut itu ada, tapi rasa jengkel dan marah pada kondisi negara melampaui rasa takut saya. Malam itu saya berpikir, lebih baik hidup singkat tapi bermakna. Bagi saya itu lebih berarti dari pada hidup lama tapi nggak ngapa-ngapain,” ujar pria kelahiran Majenang, Cilacap, Jawa Tengah itu.

Sumber: Kompas edisi 17 Mei 2021 di halaman 16 dengan judul “Budiman Sudjatmiko, Rasa Takut “.

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *