Mastuki, Melawan Kerusakan Pesisir Madura
Keelokan hamparan pasir putih Pantai Lon Malang, Desa Bira Tengah, Sokobanah, Sampang, Madura, tidak terlepas dari perjuangan panjang Mastuki (38). Anak nelayan di pesisir utara “Pulau Garam” tersebut berhasil mengubah lubang-lubang bekas galian tambang pasir menjadi destinasi menawan.
Oleh: Runik Sri Astuti
Pantai Lon Malang ramai diserbu pengunjung, Kamis (6/7/2023). Ada yang tengah air laut, bermain pasir putih, bermain banana boat, berenang bersama seluruh keluarga di warung, memandang deburan ombak cemara udang.
Mastuki menceritakan, tanaman cemara udang sebagai peneduh namun tidak tumbuh di pesisir utara Madura, Sampang. Pesisir utara Sampang di Pantai Lon Malang, Kabupaten Sampang.
“Namun, tanaman cemara udang di pesisir timur Kabupaten Sampang di Pantai Lon Malang, kami tidak melihat batangnya. Pantai Lon Malang, kini tidak hanya sebagai lokasi tambang pasir, namun telah diubah,” ujar Mastuki.
Awal pemikiran dan kerja cerdas untuk mengubah Pantai Lon Malang, Mastuki bersama-sama dengan kerjasama kelompok konservasi pesisir Pulau Madura yang terdiri atas pemuda desa setempat, pemuda Desa Bira Tengah. Anak sulung dari enam bersaudara ini menyadari pentingnya menjaga kelestarian pantai yang rusak akibat tambang pasir.
Pantai Lon Malang di pesisir utara Madura yang rusak akibat penambangan pasir liar, menghancurkan ekosistem, biota laut. Mastuki tidak berpikir untuk memperbaiki lingkungan, apalagi menjadikan tempat wisata desa Bira Tengah.
Berawal pada 2015 saat itu, Mastuki, bersama Kepolisian Sampang, dan pemerintah Kabupaten Sampang, dia memimpin sosialisasi pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Putra pasangan Mujawiyah (almarhumah) dan Rahmat.
Kelompok Konservasi
Tujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan menggerakkan pemerintah bersama-sama merangkul pemerintah desa setempat. Beranggotakan 25 orang, kelompok ini bergerak untuk menjaga kelestarian lingkungan Pantai Lon Malang, merawat tanaman cemara udang. Mereka mengajak masyarakat dan anak-anak untuk peduli lingkungan dengan ikut menanam bibit cemara udang. Kegiatan itu dilakukan di Pantai Lon Malang dengan melibatkan pelajar dari sekolah setempat.
Selain menanam cemara udang, kelompok konservasi juga mengadakan kegiatan bersih-bersih pantai setiap bulannya. Mereka mengumpulkan sampah plastik dan limbah lainnya untuk dibuang ke tempat yang benar. Kegiatan ini tidak hanya menjaga kebersihan pantai, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Swadaya
Untuk memperbaiki Pantai Lon Malang dari kerusakan akibat tambang pasir liar, Mastuki bersama kelompok konservasi secara swadaya membangun berbagai fasilitas wisata. Mereka membangun saung-saung, gazebo, tempat bermain anak, dan fasilitas lainnya secara gotong royong.
Mastuki mengatakan, “Kami membangun fasilitas ini dengan dana pribadi dan bantuan dari donatur yang peduli dengan kelestarian pantai. Kami tidak menerima dana dari pemerintah karena ingin mandiri dan menunjukkan bahwa masyarakat bisa berbuat banyak untuk lingkungan mereka sendiri.”
Hasil dari kerja keras kelompok konservasi ini terlihat nyata. Pantai Lon Malang yang sebelumnya rusak parah kini menjadi destinasi wisata yang menarik banyak pengunjung. Mereka datang dari berbagai daerah untuk menikmati keindahan pantai dan fasilitas yang tersedia. Kunjungan wisata ini juga memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat setempat.
Mastuki Ali
- Lahir: Sampang, 1986
- Pekerjaan: Nelayan
- Aksi Konservasi: Merintis Perbaikan Pantai Lon Malang
- Penghargaan: SATU Indonesia Awards 2023 kategori Kebudayaan dan OASE
Tantangan pengelolaan dan pelestarian pantai ini tetap ada. Mastuki mengatakan, tantangan utama adalah menjaga agar pengunjung tidak merusak fasilitas yang sudah dibangun dengan susah payah. Namun, dia optimis bahwa dengan edukasi dan sosialisasi yang terus dilakukan, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan akan terus meningkat.
Mastuki berharap bahwa perjuangannya ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk peduli dan turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan, bukan hanya di Pantai Lon Malang, tetapi juga di tempat-tempat lain di Indonesia. ***
