
Mohamad Sunjaya, Sesepuh Teater Tiga Zaman Berpulang
Tokoh teater Indonesia, Mohamad Sunjaya atau Yoyon, meninggal dunia di usia 82 tahun, Kamis (13/2/2020) di Bandung. Sepanjang hidupnya, ia mendedikasikan diri sepenuhnya untuk seni peran. Aktif sejak era 1950-an bersama Studiklub Teater Bandung, ia dikenal perfeksionis dan total dalam setiap peran. Meski tidak menikah, ia dikenal dermawan dan menganggap rekan teater sebagai keluarganya. Di usia 77 tahun, Yoyon masih tampil memukau sebagai Tiresias. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia teater Tanah Air yang kehilangan salah satu penggiat terbaik lintas generasi.
*****
Dunia teater Tanah Air kehilangan salah satu tokoh terbaik dan perfeksionisnya. Sesepuh teater Indonesia Mohamad Sunjaya atau kerap disapa dengan panggilan Yoyon, tutup usia di Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020), dalam usia 82 tahun.
Menurut informasi dari pihak keluarga, Yoyon meninggal dunia sekitar pukul 15.20 di kediamannya, Jalan Sukamulya, Bandung. Jenazah rencananya dimakamkan Jumat pagi setelah menunggu keluarga dan para sahabat.
Danny Iskandar (57), keponakan Yoyon, menuturkan almarhum tak pernah memberi tahu penyakit yang diderita. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Danny sering menemani Yoyon saat memeriksakan kesehatan ke dokter spesialis jantung.
“Meninggalnya di rumah duka, tidak sempat dilarikan ke rumah sakit. Catatan medis pun beliau simpan sendiri. Tapi dari yang saya lihat, tampaknya almarhum sudah lelah dan sulit bernapas akhir-akhir ini,” ujarnya.
Hingga Kamis pukul 19.00, satu persatu sahabat dan kerabat mendatangi rumah duka. Jalan Sukamulya, yang lebarnya hanya cukup dua kendaraan roda empat, sesekali tersendat saat kendaraan pelayat memasuki kediaman.
Salah satu pelayat, Aat Suratin (66), menuturkan, kondisi almarhum memang tampak menurun selama setahun belakangan ini. Namun, kondisi tersebut tidak menurunkan semangatnya untuk tetap berkomunikasi.
Dia mengenal almarhum sebagai aktor yang dermawan. Apalagi selama hidupnya, Yoyon diketahui tidak memiliki istri dan anak. Seluruh hidupnya diabdikan untuk dunia seni peran.
“Dia sangat total berkarya. Di samping itu, dia juga sering berbagi dengan rekan-rekannya. Semua yang ada di studionya dianggap saudara, semua keluarga,” tuturnya.
Selama hidupnya, Yoyon aktif di beberapa grup teater modern, salah satunya di Studiklub Teater Bandung (STB) yang berdiri pada tahun 1958. Kelompok ini merupakan salah satu grup teater modern tertua di Indonesia. Yoyon adalah salah satu penggiat generasi pertamanya. Di tahun 1995, Yoyon pun membentuk kelompok teater Actors Unlimited Bandung yang tak kalah tenar.
Dalam rentang tahun tersebut, puluhan peran telah beliau dalami. Menurut Fathul A Husein (50), sutradara yang kerap berkolaborasi dengan Yoyon sejak tahun 1999, melihat almarhum sebagai sosok yang perfeksionis. Begitu mendapatkan peran, dia akan mendalami seluk beluk peran tersebut demi totalitas menjiwai peran.
“Beliau pernah mendapatkan peran sebagai Julius Caesar saat pementasan STB tahun 1997. Bahkan, saat tidak berada di panggung, dia masih mendalami perannya,” ujarnya.
Fathul mengingat peran terakhir Yoyon sebagai Tiresias yang Agung dalam pementasan Oedipus Tiresias di Universitas Parahyangan Bandung tahun 2014. Dia begitu mendalami peran meski telah menyentuh usia 77 tahun. Karena itu, Fathul merasa dunia seni peran Indonesia kehilangan salah satu putra paling setianya.
“Saya belum melihat aktor teater modern di Indonesia yang masih manggung di umur 77 tahun selain beliau. Meski menggunakan kursi roda, dia masih sanggup memainkan peran sebagai Tiresias yang Agung,” ujarnya.
Sumber: Kompas.id, Sesepuh Teater Tiga Zaman Mohamad Sunjaya Berpulang, 13 Feb 2020 21:12 WIB
Leave a Reply