Okky Madasari, Serba Menenangkan

Okky Madasari, penulis novel dan penerima Khatulistiwa Literary Award 2012, dikenal mencari inspirasi menulis dari suasana tenang dan alami. Ia kerap menginap di kawasan perkebunan teh di Puncak atau Magetan untuk mendapatkan ketenangan, refleksi, dan ide segar. Bagi Okky, berjalan di antara kebun teh dan berbincang dengan para pemetik daun teh menjadi sumber inspirasi, bahkan pernah mengilhami puisi tentang perjalanan pucuk teh. Pecinta teh tubruk melati ini lebih memilih teh daripada kopi karena efek relaksasinya. Menurutnya, suasana sejuk dan hening sangat mendukung proses kreatif dalam menulis karya-karya fiksi.

*****

Kerja menulis, termasuk membuat karya-karya fiksi terkadang butuh suasana segar, rileks, dan hening. Selain untuk memperlancar proses kreatif, juga untuk berkontemplasi mencari ide-ide segar. Penulis novel Okky Madasari meyakini hal itu.

Area perkebunan teh yang sejuk dan berbukit menjadi alternatif suasana yang dibutuhkan Okky. Beberapa kali dia menginap selama beberapa hari di kawasan perkebunan, seperti di Puncak, Bogor, Jawa Barat, atau dekat kampung halamannya di Magetan, Jawa Timur.

Suasana perkebunan teh yang tenang, sejuk, dan berbukit itu juga menyehatkan. Jika sedang jenuh, dia memilih berjalan kaki mengelilingi area kebun teh. Sesekali dia bertemu para buruh pemetik teh yang kebanyakan perempuan.

”Aku pernah terinspirasi dan membuat puisi setelah ngobrol dengan mereka. Isinya tentang kekagumanku pada perjalanan pucuk daun teh sampai bisa tersaji di cangkir kita. Ternyata di balik semua prosesnya ada tangan-tangan wanita perkasa para pemetik teh tadi,” ujarnya, Kamis (16/1/2020), melalui telepon.

Okky mengaku lebih suka teh ketimbang kopi. Pilihannya teh tubruk beraroma melati. Baginya aroma dan citarasa teh membuat rileks ketimbang kopi yang menegangkan. Suasana rileks saat menyeruput secangkir teh tubruk hangat di area perkebunan yang sejuk dan hening itulah yang menyegarkan penulis penerima penghargaan Khatulistiwa Literary Award tahun 2012 itu.

Sumber: Kompas edisi 19 Januari 2020 di halaman 8 dengan judul “Serba Menenangkan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *