Amarulla Octavian, Tentara yang Profesor
Laksamana Madya TNI Dr Amarulla Octavian (56), Rektor Universitas Pertahanan, dikukuhkan sebagai profesor tetap pada 3 Juni 2021. Setelah 18 tahun mengajar, ia kini menggabungkan karier militer aktif dengan dunia akademis, melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Lahir di Surabaya, Octavian lulus Akademi Angkatan Laut 1988 dan meraih gelar doktor Sosiologi dari UI, serta sempat menempuh studi di Université Paris 2, Perancis. Ia gemar diskusi ilmiah berbasis data. Di luar akademik dan militer, Octavian menyeimbangkan hidup dengan olahraga pencak silat, hobi mengoleksi prangko, dan membaca komik. Suami dari dokter gigi Sri Ratna Laksmiastuti ini tetap menekuni minat sejak kecil.
*****
Rektor Universitas Pertahanan Laksamana Madya TNI Dr Amarulla Octavian (56) mendapat satu gelar lagi, yaitu profesor. Kamis (3/6/2021) ini ia dikukuhkan sebagai guru besar tetap di Universitas Pertahanan RI. Ini berarti Octavian tidak saja menjadi tentara aktif yang tugasnya melaksanakan berbagai operasi militer. Setelah 18 tahun mengajar, ia berhasil menjadi seorang guru besar. ”Awalnya saya jadi instruktur senjata, terus guru militer, sekarang jadi dosen yang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata ayah Jordy, Arya, dan Wildan ini.
Octavian adalah salah satu dari sedikit tentara yang gemar berkecimpung di dunia akademis. Pria yang lahir di Surabaya, Jawa Timur, 24 Oktober 1965, ini lulus Akademi Angkatan Laut tahun 1998. Di tengah-tengah kariernya sebagai perwira, ia melanjutkan studi di Université Paris 2, Panthéon-Assas, Perancis, tahun 2005. Rupanya Amarulla kemudian jatuh hati pada dunia pendidikan.
”Saya senang beradu argumentasi ilmiah. Rasanya kalau kita berdiskusi dengan berbasis data, kita tidak debat saja, tetapi malah saling memperkaya ilmu,” kata Octavian yang menjadi doktor dari Sosiologi UI.
Akan tetapi, sehari-hari Octavian bukannya hidup serba serius antara jadi tentara dan dosen. Suami dari dokter gigi Sri Ratna Laksmiastuti ini menyeimbangkan antara kerja dan olahraga, yaitu pencak silat. Ia juga masih getol meneruskan hobinya sebagai kolektor prangko dan membaca komik.
”Dari kecil saya koleksi prangko. Awalnya dari ayah saya yang kalau ke luar negeri suka mengirim kartu pos. Paling senang kalau bisa dapat prangko baru lengkap dengan sampul hari pertamanya. Masih saya simpan sampai sekarang,” kata Octavian.
Sumber: Kompas.id, Amarulla Octavian Tentara yang Profesor, 05 Jun 2021 06:56 WIB
Leave a Reply