Fanny Chotimah, ”Terbang” ke Eropa

Film dokumenter You and I karya Fanny Chotimah akan tayang perdana di Eropa dalam CPH:DOX, festival film dokumenter bergengsi di Copenhagen, Denmark, 21 April–2 Mei 2021. Film ini bersaing di sesi Next: Wave Award bersama 12 film internasional. Mengisahkan persahabatan dua nenek, Kaminah dan Kusdalini, yang dipenjara setengah abad lalu akibat tragedi 1965, You and I sebelumnya meraih Piala Citra 2020 dan penghargaan di Asian Perspective DMZ International Documentary Film Festival. Produksi KawanKawan Media, Partisipasi Indonesia, dan Super 8mm Studio ini akhirnya tayang di Indonesia melalui Bioskop Online pada 9 April, memudahkan penonton mengenal dan menikmati film dokumenter.

*****

Film dokumenter You and I bakal tayang perdana di Eropa dalam CPH:DOX (Copenhagen International Documentary Film Festival). Sutradara Fanny Chotimah berharap filmnya ini bisa berkeliling lebih jauh lagi untuk menjumpai penonton dan menyuarakan kisah tentang kemanusiaan.

”Ini festival film dokumenter di Copenhagen, Denmark. Cukup bergengsi di Eropa dan salah satu festival impian untuk diikuti. Jadi, ini kehormatan bagiku, apalagi bisa masuk di kompetisi untuk debut film,” tutur Fanny, saat dihubungi Selasa (6/4/2021).

CPH:DOX bakal berlangsung pada 21 April-2 Mei 2021. You and I terseleksi dalam sesi kompetisi Next: Wave Award, bersaing dengan 12 film dari sejumlah negara.

Film You and I produksi KawanKawan Media, Partisipasi Indonesia, dan Yayasan Super 8mm Studio ini telah meraih sederet penghargaan, antara lain, Piala Citra 2020 sebagai film dokumenter panjang terbaik dan film terbaik di Asian Perspective DMZ International Documentary Film Festival. Film ini berkisah tentang persahabatan dua nenek, Kaminah dan Kusdalini. Keduanya dipenjara setengah abad lalu akibat peristiwa tragedi 1965 dan tetap bersahabat sampai usia lanjut.

Hal yang lebih menyenangkan bagi Fanny, akhirnya film You and I bisa dinikmati penonton umum di Indonesia. Pada 9 April, film ini tayang lewat platform Bioskop Online. ”Aku senang sekali karena banyak yang sudah menunggu-nunggu. Aku bikin film ini memang untuk ditonton orang Indonesia,” ujarnya.

Ruang putar film dokumenter terbilang masih minim. Banyak pula penonton yang belum mengenal genre film ini. ”Keponakanku yang remaja bertanya, ’Film dokumenter seperti ini, ya, Tante?’ Mungkin mereka mengira seperti berita di televisi. Ternyata di dalamnya ada cerita yang menyentuh dan mudah diikuti,” papar Fanny.

Sumber: Kompas.id, Fanny Chotimah ”Terbang” ke Eropa, 12 Apr 2021 04:19 WIB

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *