H.E.R., Napas Orang Kulit Hitam

H.E.R. menciptakan lagu “I Can’t Breathe” di tengah gerakan Black Lives Matter sebagai kritik terhadap diskriminasi ras dan kekerasan polisi terhadap orang kulit hitam. Judul lagu merujuk pada kata-kata terakhir Eric Garner yang tewas saat ditangkap polisi pada 2014. Lagu ini berhasil menyampaikan pesan kuat dan meraih Grammy sebagai Lagu Tahun Ini. Dikenal misterius, H.E.R. sempat menjaga anonimitas demi kejujuran bermusik dan membiarkan karyanya berbicara. Meski masih muda, ia dihormati musisi senior. Pada 2021, H.E.R. juga mencetak sejarah dengan meraih nominasi Grammy dan Oscar dalam musim yang sama untuk lagu berbeda.

*****

To say all men are created equal in the eyes of God

But disparage a man based on the color of his skin

Do not say you do not see color

Do not say you do not see color

When you see us, see us

We can\’t breathe  — ”I Can\’t Breathe” oleh H.E.R.

Di tengah riuhnya gerakan Black Lives Matter, H.E.R. (23) menciptakan lagu I Can’t Breathe”. Lagu ini menyentil isu diskriminasi ras kulit hitam dan kekerasan polisi yang tak kunjung berakhir. Pesan lagu ini tersampaikan dan dianugerahi Piala Grammy sebagai Lagu Tahun Ini.

Kalimat I can’t breathe atau aku tak bisa bernapas tidak asing bagi orang kulit hitam di Amerika Serikat. Ini adalah kalimat terakhir dari Eric Garner yang meninggal setelah polisi New York menangkapnya karena dicurigai menjual rokok pada 2014.

Pada awal kariernya, perempuan muda ini memilih untuk menjaga anonimitas dengan menggunakan nama panggung. Lucunya, niat itu sedikit bertolak belakang dengan terjemahan harfiah nama panggungnya, yakni H.E.R. (Having Everything Revealed).

Setelah tak keberatan dengan publisitas, H.E.R. tampil menawan, tetapi tetap berlindung di balik kacamata hitam dan rambut keriwil hitamnya yang panjang. Kehidupan pribadinya jarang terekspos. Ia memilih berbicara lewat karyanya, yakni vokal lembut, lirik menyentuh, dan melodi R&B yang manis.

Citra musisi yang misterius justru semakin membuat penasaran. Meskipun masih sangat muda, perempuan asal California ini dihormati dalam industri musik bahkan sebelum ia terjun dalam musik arus utama. Musisi senior seperti Rihanna, Janet Jackson, Drake, dan Alicia Keys menyukainya.

Menyembunyikan identitas benar-benar muncul dari saya yang mencoba menemukan cara untuk menjadi super jujur dalam musik. Saya ingin orang-orang mendengarkan musik apa adanya, dan tidak memiliki penilaian atau asumsi apa pun,” tutur H.E.R. pada 2018.

Sebagai seorang musisi, H.E.R merasa bertanggung jawab untuk menggunakan kreativitasnya dalam mengekspresikan dan mengedukasi apa yang terjadi di masa ini. H.E.R. becermin pada karya Marvin Gaye dan Nina Simone.

Tahun 2021 ini, H.E.R. berharap  situasi lebih baik daripada tahun lalu. Sepertinya harapan musisi muda ini perlahan terwujud. Sehari setelah memenangi Grammy, H.E.R. mendapat nominasi Oscar untuk lagu Fight For You”. Ini merupakan kali pertama selama 35 tahun di mana seorang atau satu tim penulis lagu mendapat nominasi di Grammy dan Oscar pada musim yang sama untuk lagu yang berbeda.

Sumber:  Kompas edisi 18 Maret 2021 di halaman 16 dengan judul “H.E.R., Nafas Orang Kulit Hitam”.

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *