The Weeknd, Boikot Grammy Awards

The Weeknd mengumumkan boikot Grammy Awards setelah album After Hours (2020) sama sekali tidak masuk nominasi Grammy ke-63. Padahal, album tersebut sukses besar secara komersial dan kritik, memuncaki Billboard 200 serta mencatat rekor streaming R&B. The Weeknd menilai sistem penilaian Grammy tidak transparan, terutama karena adanya komite rahasia dalam kategori utama. Ia juga menyoroti minimnya musisi kulit hitam yang memenangkan Album of the Year. Kekecewaan ini membuatnya melarang label mengirimkan karyanya ke Grammy di masa depan. Sikapnya didukung sejumlah musisi lain dan menambah daftar artis kulit hitam yang memboikot Grammy.

*****

Tidak masuknya The Weeknd (31) dalam nominasi Grammy Awards masih berbuntut panjang. Penyanyi dengan nama asli Abel Makkonen Tesfaye ini mengumumkan melakukan boikot beberapa hari sebelum Grammy Awards Ke-63 berlangsung pada 14 Maret 2021.

Bintang asal Kanada ini awalnya disangka akan menjadi pesaing kuat dalam kategori empat besar, termasuk Album of the Year. Album keempat The Weeknd, After Hours (2020)menghabiskan empat minggu berturut-turut di Billboard 200 pada nomor satu. After Hours juga memiliki jumlah streaming terbesar untuk album R&B yang pernah ada.

Bahkan, lagu ”Binding Lights” (2019) terus memecahkan rekor tangga lagu Billboard setahun setelah dirilis. Namun, The Weeknd malah sama sekali tidak masuk dalam nominasi Grammy Award 2021.

”Karena komite rahasia, saya tidak akan lagi mengizinkan label saya untuk mengirimkan musik saya ke Grammy,” kata The Weeknd dalam pernyataannya kepada The New York Times, Kamis (11/3/2021) waktu setempat.

Perseteruan itu berawal ketika pihak The Weeknd mengklaim telah berkomunikasi selama berminggu-minggu untuk merencanakan pertunjukan dalam Grammy Awards. Awalnya, Grammy akan digelar pada 31 Januari 2021.

Komunikasi panjang ini terjadi mengingat The Weekend juga akan tampil dalam Super Bowl LV Halftime Show pada 7 Februari 2021. Namun, seluruh pembicaraan ini bubar saat The Weeknd tidak masuk sama sekali dalam pengumuman nominasi pada 24 November. ”Kami semua sangat bingung,” katanya.

The Weeknd mencurigai ada yang salah dengan sistem penilaian di tubuh penyelenggara Grammy Awards. Dalam penentuan nominasi di Grammy, terdapat komite peninjau nominasi yang terdiri atas 15-30 anggota yang identitasnya dirahasiakan. Mereka menyaring nominasi teratas untuk anggota yang akan melakukan pemungutan suara. Meskipun beberapa kategori tidak diawasi, komite ini meninjau nominasi kategori empat besar.

Kecurigaan The Weeknd muncul lantaran selama 62 tahun terakhir, hanya 10 musisi berkulit hitam yang memenangi kategori Album of the Year, salah satunya Stevie Wonder. The Weeknd masuk dalam kategori ini pada 2016 untuk album Beauty Behind the Madness (2015), tetapi akhirnya membawa pulang piala untuk kategori Best Urban Contemporary Album. ”Grammy tidak berarti apa-apa bagi saya sekarang,” ujar The Weeknd.

Sejumlah musisi menyetujui rasa frustrasi The Weeknd. Drake, Kid Cudi, dan Elton John. The Weeknd kini bergabung dengan jajaran bintang berkulit hitam yang telah memboikot Grammy, termasuk Jay-Z, Kanye West, dan Frank Ocean.

Sumber: Kompas.id, The Weeknd Boikot Grammy Awards, 13 Mar 2021 10:21 WIB 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *