Coldiac, Ungkapkan Perasaan

Coldiac merilis “Sampaikan”, lagu pertama mereka berlirik bahasa Indonesia, bertema pentingnya mengungkapkan perasaan agar tak berujung penyesalan. Digubah Sambadha Wahyadyatmika dan Derry Rith Haudin, lagu ini menegaskan bahwa isi hati perlu disampaikan karena kita tak pernah tahu pikiran orang lain. Musiknya tetap konsisten dengan ciri Coldiac, bernuansa pop lawas 1990-an dengan kibor, gitar, dan solo penutup. Videoklip berlatar Gunung Bromo menampilkan simbol-simbol komunikasi dan kegundahan perasaan terpendam. Terinspirasi Dewa 19, KLa Project, dan Potret, “Sampaikan” dibuat di Malang saat pandemi dan dirilis di platform streaming serta YouTube, bersamaan dengan mini album No Make Up.

*****

Coldiac merilis ”Sampaikan”, lagu pertamanya dengan lirik berbahasa Indonesia. Lantunan tentang pentingnya mengungkapkan perasaan itu diwarnai alunan kibor dan gitar bernuansa lawas. Videoklip berunsur Nusantara juga dibuat dengan lokasi di Gunung Bromo, Jawa Timur.

”Lagu itu dekat dengan keseharian kita seperti momen menyatakan sesuatu, tapi ragu sehingga dipendam,” kata vokalis Coldiac, Sambadha Wahyadyatmika. Sementara hidup cukup singkat untuk dirundung penyesalan. Ia bersama kibordis dan pemain synthesizer Derry Rith Haudin menggubah ”Sampaikan”.

”Lagu itu menegaskan, kita tak pernah tahu apa yang ada di kepala orang lain. Maka, perlu menyampaikan isi kepala atau pesan itu,” ucap Sambadha, Jumat (13/11/2020). Meski lagu tersebut berbeda karena berlirik bahasa Indonesia, musiknya memiliki benang merah dengan karya-karya Coldiac yang lain.

Videoklip ”Sampaikan” dengan latar padang pasir, rerumputan, dan batu-batu menggambarkan kegundahan para personel Coldiac karena hasrat yang tak terucapkan. Lambang-lambang komunikasi ditampilkan dalam tayangan berdurasi sekitar 5 menit itu.

Karya tersebut dipengaruhi sejumlah lagu pop tiga dekade lalu seperti Dewa 19, KLa Project, dan Potret. Coldiac yang juga beranggotakan gitaris Mahatamtama Arya Adinegara dan basis Bhima Bagaskara itu menyuguhkan kesan 1990-an dengan solo gitar sebagai penghabisan ”Sampaikan”.

Lagu yang diciptakan di Malang, Jatim, sewaktu pandemi itu bisa disimak lewat aplikasi layanan streaming dan videoklipnya sudah diunggah ke Youtube. Coldiac juga meluncurkan mini-album No Make Up yang dituntaskan di Jakarta pada Februari 2020.

Sumber: Kompas.id, Coldiac Ungkapkan Perasaan, 30 Nov 2020 05:16 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *