Sigit Purnama Said, Sudah Satu Bulan Jadi Wali Kota Palu

Sigit Purnomo Said alias Pasha (41) telah satu bulan menjabat Pelaksana Tugas Wali Kota Palu, menggantikan Wali Kota Hidayat yang cuti untuk Pilkada 2020. Pasha menyatakan jadwalnya kini lebih padat karena semua kegiatan tak bisa diwakilkan. Ia memastikan hanya menjalankan kebijakan yang sudah ada, termasuk pelebaran ruas jalan yang menebang sekitar 300 pohon dalam tiga minggu terakhir, meski pohon baru tetap ditanam. Kebijakan ini mendapat polemik dari pegiat lingkungan dan tata kota. Pasha dilantik 26 September 2020 dan akan mengembalikan kursi wali kota kepada Hidayat pada 5 Desember 2020, dengan masa jabatan pasangan mereka berakhir Februari 2021.

*****

Sudah sekitar satu bulan Sigit Purnomo Said (41) menjabat Pelaksana Tugas Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah. Dalam rentang itu, ia menyatakan, jadwal kegiatannya lebih padat ketimbang saat dia masih menjadi Wakil Wali Kota Palu.

”Semua kegiatan tidak bisa diwakilkan lagi karena posisi wakil (wali kota) secara otomatis tak ada lagi. Jadi, kegiatan dan jadwal lebih padat. Di situ istimewanya,” ujar Sigit yang dikenal juga sebagai Pasha, mantan vokalis band Ungu, ditemui seusai mengikuti dialog terkait kebijakan pemerintah di Palu, Selasa (20/10/2020).

Sigit menjabat pelaksana tugas wali kota karena Wali Kota Palu Hidayat maju dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020. Sebagai petahana, Hidayat harus cuti di luar tanggungan negara selama sekitar 70 hari. Pasha yang lahir di Banawa, Kabupaten Donggala, 27 November 1979, itu dilantik jadi pelaksana tugas pada 26 September 2020. Ia akan ”mengembalikan” kursi Palu 01 kepada Hidayat pada 5 Desember 2020. Masa jabatan keduanya berakhir pada Februari 2021. Pasangan Hidayat-Sigit pemenang pilkada pada 2015.

Suami Adelia Wilhelmina itu memastikan dirinya hanya menjalankan kebijakan yang sudah ada. Ia tak boleh menggeser atau mengubah kebijakan yang sudah ditetapkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah. Hal itu termasuk soal kebijakan pelebaran sejumlah ruas jalan di Palu dengan menebang pohon-pohon di pinggir jalan. Tak kurang 300 pohon ditebang dalam tiga minggu terakhir. Kebijakan itu menuai polemik, terutama dari pegiat lingkungan dan tata kota.

Ia memastikan penebangan pohon itu untuk pelebaran jalan mengingat perkembangan kota ke depan. Pohon-pohon juga tetap ditanam di pinggir jalan.

Sumber: Kompas.id, Sigit Purnama Said Sudah Satu Bulan Jadi Wali Kota Palu, 27 Okt 2020 16:15 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *