Ayu Laksmi, Pasrah Diri

Ayu Laksmi mengungkapkan bahwa kunci mencipta lagu baginya adalah berpasrah dan menyediakan diri agar alam bekerja, karena ia meyakini karya lahir dari campur tangan semesta. Prinsip ini juga melandasi terbentuknya kelompok Svara Semesta. Dalam Indonesian Music Expo yang disiarkan daring dari Bali, ia menjelaskan bahwa lagu-lagunya lahir dari kontemplasi, meditasi, serta penggalian kembali unsur budaya yang terlupakan. Ayu memadukan berbagai bahasa dan bunyi lokal seperti gamelan, suling, dan karinding. Karyanya bertema kemanusiaan, cinta, ketuhanan, dan alam, serta dikenal sebagai world music yang cocok untuk meditasi, meski belum banyak diminati.

*****

Ayu Laksmi mengungkapkan satu jurus dalam mencipta lagu, yakni dengan berpasrah diri. Dia tidak merancang untuk menjadikan sesuatu dalam mencipta lagu, tetapi cukup dengan menyediakan diri. Selanjutnya, alamlah yang akan bekerja.

”Karena saya meyakini, sebuah karya jadi (tercipta) itu campur tangan semesta,” kata Ayu Laksmi sembari menegaskan alasan yang sama lahirnya kelompok Svara Semesta yang dia dirikan sejak satu dekade lalu.

Itu dia sampaikan dalam pergelaran ”Indonesian Music Expo: The Color of Indonesian World Music” yang disiarkan secara daring pada Sabtu (17/10/2020) malam dari Bali.

Dia menambahkan, lagu-lagunya banyak berangkat dari kontemplasi atau meditasi. Juga dari hal-hal lampau yang mungkin sudah dilupakan orang. Dia, misalnya, membuat kembali penting, sebuah alat musik petik dari Karangasem, Bali, yang sudah lama tidak dikenal orang.

Ayu Laskmi juga menggunakan beragam bahasa, seperti kawi, bali, latin, inggris, dan melayu. Lalu, memasukkan unsur-unsur bebunyian lokal, seperti gamelan, suling dan karinding.

Lirik-lirik yang dia usung tak jauh dari tema kemanusiaan, cinta, ketuhanan, dan alam. Orang menyebutnya sebagai world music yang cocok untuk yoga atau meditasi. Sebutlah, misalnya, lagu ”Hyang”, ”Maha Asa”, ”Kidung Maria”, atau ”Tuhan di Dalam Diri” yang dia bawakan pada Sabtu malam.

Sayangnya, belum banyak yang tertarik jenis musik ini. Padahal, genre world music bisa menggelar masa depan Indonesia. Begitu kata Ayu yang juga seorang aktris dan pemain teater ini.

Sumber: Kompas.id, Ayu Laksmi Pasrah Diri, 22 Okt 2020 05:04 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *