
Ratu Vashti Annisa, Buku Tunarungu
Ratu Vashti Annisa (25), Miss Earth Indonesia 2018, mewujudkan impiannya menjadi penulis dengan merilis buku Buku tentang Saya, Tunarungu. Buku ini terinspirasi dari adiknya, Ramzy Rahmadi (18), yang terlahir dengan gangguan pendengaran. Vashti menulis buku tersebut untuk menyemangati Ramzy dan anak-anak tunarungu lainnya agar diterima setara. Ramzy berperan sebagai ilustrator dan menunjukkan bakat serta kerja kerasnya. Buku anak ini diselesaikan dalam sebulan dan diterbitkan oleh Indscript Creative. Karya tersebut dapat dipesan mulai akhir September 2020 dan diperkenalkan melalui diskusi daring komunitas Ngopisore.
*****
Ratu Vashti Annisa (25) mewujudkan impiannya menjadi penulis dan berbagi inspirasi dengan merilis Buku tentang Saya, Tunarungu. Miss Earth Indonesia 2018 itu mengisahkan adiknya, Ramzy Rahmadi (18), yang terlahir dengan gangguan pendengaran.
Vashti mengungkapkan motivasinya menulis buku itu lewat diskusi dan bedah buku secara daring bertema ”Teman, Ayo Bermain Denganku!” yang diadakan komunitas Ngopisore. ”Saya menulis buku ini tak hanya untuk menyemangati Ramzy, tetapi juga anak-anak lain,” katanya, Rabu (16/9/2020).
Vashti sungguh bangga terhadap Ramzy yang turut memiliki andil dan bekerja keras sebagai ilustrator buku untuk anak-anak itu. ”Ia punya talenta, bisa berbicara normal, dan sangat menginspirasi orang-orang di sekitarnya,” kata lulusan S-1 University of Queensland, Australia, tersebut.
Ramzy yang sempat sungkan akhirnya mampu memantapkan diri dan mampu menuntaskan ilustrasinya. Vashti yang juga Miss Eco Indonesia 2019 itu ingin anak-anak normal memandang semua temannya setara sehingga penyandang disabilitas tak tersisihkan.
”Saya mengemas cerita mengenai Ramzy atau anak tunarungu yang menerima kondisinya. Itu buku saya yang pertama,” katanya. Karya tersebut diselesaikan selama sebulan hingga Juni silam. Buku terbitan Indscript Creative itu sudah bisa diorder.
”Pemesan bisa mendapatkan buku itu setelah 25 September 2020. Cukup lama saya mencari penerbit sampai ketemu pada Agustus lalu,” ujarnya. Diskusi selama sekitar 1,5 jam itu juga menghadirkan Rina Jayani, Founder Sekolah Inklusi Aluna Montessory, sebagai narasumber.
Sumber: Kompas.id, Ratu Vashti Annisa Buku Tunarungu, 21 Sep 2020 04:25 WIB
Leave a Reply