
Retno LP Marsudi, Empat Hari Lawatan, Empat Kali Uji Usap
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menghadapi tantangan unik saat perjalanan dinas ke China dan Uni Emirat Arab di tengah pandemi Covid-19. Dalam kunjungan yang dimulai 20 Agustus, Retno dan tim menjalani empat kali swab test—di Jakarta, China, Uni Emirat Arab, dan saat kembali ke Indonesia. Meskipun sebagai VVIP, protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat, termasuk pembatasan interaksi dengan tim KBRI. Retno menekankan pentingnya memadukan protokol kenegaraan dengan kesehatan tanpa mengurangi rasa hormat. Pengalaman ini mengajarkan adaptasi terhadap situasi baru, di mana ketatnya protokol justru memberikan rasa aman bagi semua pihak.
*****
Perjalanan diplomasi di tengah deraan pandemi ternyata bukanlah perjalanan mudah bagi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Semua proses harus dilakukan secara hati-hati.
”Selama kunjungan ke dua negara (China dan Uni Emirat Arab), saya harus di-swab empat kali, berangkat dari Jakarta, tiba di China, tiba di Uni Emirat Arab, dan saat tiba kembali di Jakarta. Empat hari, empat kali swab, dan swab kan tidak nyaman,” kata Retno, Minggu (30/8/2020) di Jakarta.
Meskipun hadir sebagai tamu negara dan masuk dalam kategori VVIP, Retno menegaskan tidak mau mengabaikan satu pun tahapan protokol kesehatan yang diterapkan. ”Keketatan protokol kesehatan ini kalau saya justru harus dihormati karena akan melindungi kita dan melindungi orang lain,” kata Retno menambahkan.
Bahkan, saat tiba di Bandara Sanya, Hainan, China, setelah menjalani uji usap pun, tim yang dipimpin Retno tetap harus menunggu di ruang tertentu sambil menunggu hasil uji usap itu. Tim dari KBRI Beijing yang hadir menjemput pun tidak boleh berinteraksi dengan mereka. ”Mereka hanya melambaikan tangan dari jauh,” kata Retno lagi.
Perjalanan yang dimulai pada 20 Agustus itu merupakan perjalanan dinas luar negeri pertama bagi Retno selama pandemi Covid-19 ini. Bagi China—di masa pandemi ini—kedatangan Retno adalah kunjungan pertama seorang menteri luar negara mitra ke negara itu.
Menurut Retno, secara protokol kenegaraan tidak ada yang berubah. Simbol-simbol penghormatan itu tetap ada, tetapi tanpa mengurangi rasa hormat kepada tamu negara, setiap prosedur protokol kesehatan—baik di Jakarta, Beijing, maupun Riyadh—tetap diterapkan dengan ketat.
”Ini pengalaman sangat menarik, keluar (kunjungan dinas kenegaraan) pada saat pandemi. Kita bisa melihat protokoler negara digabung dengan protokol kesehatan. Mereka tidak mengompromikan protokol kesehatan. Kalau menurut saya, memang itu yang harus dilakukan,” kata Retno.
Menurut dia, ketatnya protokol kesehatan jangan dianggap sebagai upaya mempersulit. ”Itu demi menjaga kesehatan kita, dan lingkungan kita. Jadi kita mesti harus punya mindset itu, semakin ketat, kita merasa semakin aman…. Mau tidak mau, kita memang harus beradaptasi dengan situasi baru ini,” kata Retno menutup perbincangan ringan pada Minggu pagi itu.
Sumber: Kompas.id, Retno LP Marsudi Empat Hari Lawatan Empat Kali Uji Usap, 02 Sep 2020 05:30 WIB
Leave a Reply