Mochamad Ariyo Faridh Zidni, Mencintai Bangsa lewat Dongeng Nusantara

Sejak pandemi, pendongeng Mochamad Ariyo Faridh Zidni (Kak Aio) mengalihkan aktivitasnya ke daring melalui Instagram dan YouTube. Ia mendongeng bagi anak-anak tiap akhir pekan dan orang dewasa setiap Selasa-Jumat, dengan tema edukatif, termasuk kesehatan selama Covid-19. Program ini gratis dan bertujuan menghibur serta mendidik, sekaligus menunjukkan solidaritas sosial. Ariyo juga menyelenggarakan pelatihan Dongeng Nusantara daring untuk memperkenalkan adat, budaya, dan cerita rakyat. Meski festival dongeng internasionalnya tertunda, ia tetap memperkenalkan budaya Nusantara kepada pendongeng mancanegara. Reaksi anak-anak yang gembira memberinya kebahagiaan, menguatkan komitmennya merawat dongeng dan budaya Indonesia.

*****

Sudah sekitar 21 tahun pendongeng Mochamad Ariyo Faridh Zidni (40) menyatakan solidaritas dan kecintaan kepada bangsa dan negaranya lewat cerita tentang adat dan budaya bangsa, persatuan, toleransi, hingga gotong royong kepada anak-anak dan orang dewasa. Ia juga mengenalkan budaya Indonesia ke mancanegara dengan menghadirkan pendongeng dari sejumlah negara ke Festival Dongeng Internasional Indonesia dan Federasi Pendongeng Asia.

Ariyo, yang di kalangan pencinta dongeng lebih dikenal dengan nama Kak Aio, di masa pandemi virus korona ini mengalami penurunan pendapatan secara drastis. Semua undangan untuk mendogeng sejak Maret hingga akhir tahun 2020 terpaksa batal karena keadaan. Itu berarti pendapatannya pun merosot.

Ia juga tak jadi tampil di luar negeri. Namun, Ariyo tak mau hanya meratapi nasib. Melihat kondisi anak-anak yang jenuh karena harus berada di rumah selama berbulan-bulan, Ariyo bersama komunitas yang didirikannya, Ayo Dongeng Indonesia, membuat program mendongeng baik lewat Instagram maupun Youtube.

Sejak Maret 2020, Ariyo aktif mengadakan acara mendongeng secara rutin bagi anak-anak pada Sabtu dan Minggu pukul 10.00. Sebagian tema ia sesuaikan dengan keadaan pandemi, misalnya cara mencuci tangan dengan sabun yang benar dan pentingnya anak menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat.

Belakangan, banyak orang dewasa menanyakan kapan ada dongeng buat mereka. Lalu, Ariyo dan teman-temannya membuat acara dongeng untuk orang dewasa pada tiap Selasa, Rabu, dan Jumat di Youtube. Tema dongeng untuk orang dewasa lebih ke masalah sehari-hari.

Dalam seminggu, waktunya sudah tersita untuk acara mendongeng yang bisa disaksikan siapa pun secara gratis. Belum lagi ia bersama tim harus menyiapkan materi untuk mendongeng sekitar satu jam pada tiap acara mendongeng. Praktis setiap hari waktunya ia dedikasikan untuk menghibur sekaligus memberi edukasi anak-anak dan orang dewasa.

Setelah membuat program mendongeng lewat program Ayo Dongeng Indonesia di Youtube dan Instagram, Mei 2020 ia mendapat ajakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dia diajak ikut menceritakan isi buku dongeng berjudul Kamu Pahlawanku: Cara Anak-anak Menghadapi Covid-19.

”Dongeng merupakan cara mudah untuk belajar dan mendidik anak. Lewat acara dongeng, saya dan teman-teman Ayo Dongeng Indonesia menghibur sekaligus mengedukasi mereka,” ujar Ariyo yang dihubungi pada Senin (10/8/2020).

Ia terdorong menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk terus menyemangati terutama anak-anak yang merasa jenuh dengan keadaan saat ini lewat mendongeng karena merasa senasib sepenanggungan.

”Bisa disebut itulah bentuk solidaritas sosial saya dan teman-teman komunitas. Kita ini, kan, bersama-sama dalam sebuah perahu bernama Indonesia yang sedang menghadapi pandemi dan sama-sama susah,” kata Ariyo, alumnus Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Bagi Ariyo, melihat anak-anak kembali senang dan ceria merupakan kebahagiaan tersendiri. Walau saat ini ia mendongeng dengan cara offline yang membuat dirinya tak bisa menatap wajah anak-anak, ia merasakan keceriaan anak-anak.

”Saya semula tak tahu reaksi anak-anak, tetapi kemudian ada orangtua yang membuat video anaknya tengah menonton acara dongeng. Video tersebut memperlihatkan anaknya senang dan ceria. Ia ikut bergerak sesuai apa yang saya ceritakan. Bagi saya itu sudah merupakan kesenangan,” kata Ariyo.

Apa yang ia rasakan tatkala melihat reaksi anak yang menonton dongengnya lewat Youtube tersebut mengingatkan dirinya saat pertama kali mendongeng di depan anak-anak penderita kanker di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, tahun 1999.

”Saya melihat di tengah rasa sakit, anak-anak itu gembira sekali saat mendengarkan dongeng yang saya bawakan. Padahal, waktu itu saya hanya membantu proyek dosen saya di UI. Perasaan dan kesenangan itulah yang membuat saya kemudian memilih profesi sebagai pendongeng,” kata ayah satu anak ini.

Masih dalam situasi pandemi sekarang, Ariyo dan kawan-kawan juga mengadakan pelatihan Dongeng Nusantara. Lagi-lagi acara yang diadakan secara daring untuk peserta dari seluruh Indonesia tersebut pun gratis. Peserta datang, antara lain, dari Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan Sumatera Barat. Program itu diadakan untuk mengajak masyarakat lebih kenal dongeng rakyat, adat istiadat, dan budaya Nusantara.

Bisa dikata, program pelatihan Dongeng Nusantara menjadi semacam pengganti dari program Festival Dongeng Internasional Indonesia yang sudah ia adakan sejak 2014, tetapi tahun ini tak diadakan karena pandemi. Acara tahunan tersebut semula digelar mulai tahun 2000 dengan nama Festival Dongeng Indonesia. Namun, karena Ariyo ingin dongeng dari Indonesia diketahui para pendongeng dari luar negeri dan mereka bawakan, ia lalu mengubahnya menjadi Festival Dongeng Internasional Indonesia dengan mengundang para pendongeng lokal dan manca negara.

Setidaknya ia sudah mengundang pendongeng dari negara di kawasan Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan India ke festival itu. ”Festival tak hanya kami adakan di Jakarta, tetapi di daerah, seperti Balikpapan, Bandung, Aceh, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Ambon. Bahkan, kami pernah mengadakan festival dongeng di Pulau Kei dan Banda,” ujar lelaki bersuara bariton tersebut.

Ia masih ingat sambutan meriah warga pulau Kei, Maluku, saat menyambut kedatangannya bersama pendongeng dari mancanegara yang ia ajak ke sana. Tetua adat ikut menyambut kemudian mengenalkan adat setempat beserta cerita rakyat yang dibawakan penutur adat.

”Kami tak hanya mendapat sambutan sangat baik, mereka katakan kami sudah dianggap sebagai warga Kei bahkan mendapat nama marga orang Kei. Saya ingin acara festival dongeng bisa sekaligus menjadi cara melestarikan bahasa dan budaya lokal suku di Indonesia,” katanya lagi.

Pengenalan budaya Nusantara kepada pendongeng mancanegara pada akhirnya membuat pendongeng dari luar negeri mau membawakan cerita dari Indonesia. Ia senang perlahan dongeng dari Indonesia mulai dikenalkan para pendongeng mancanegara kepada khalayak di luar Indonesia.

”Beberapa waktu lalu, dalam pertemuan Federasi Pendongeng Asia lewat Zoom, ada pendongeng dari Singapura membawakan dongeng berjudul Calon Arang. Lucunya, dongeng itu dari Jawa Barat, tetapi iringan musiknya memakai musik dari Bali dan pendongeng juga berbaju Bali, he-he-he,” kata Ariyo sambil tertawa.

Sumber: Kompas.id, Mochamad Ariyo Faridh Zidni Mencintai Bangsa lewat Dongeng Nusantara, 16 Agt 2020 09:29 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *