Naper Dian HP, Kayak Kerupuk

Dian Hadipranowo (51), atau Dian HP, mengabdikan lebih dari 15 tahun untuk pendidikan musik bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Ia menemukan musik dapat meningkatkan konsentrasi, mengendalikan emosi, dan memperkuat kemampuan komunikasi anak. Dian aktif mengajar di Rumah Ceria Down Syndrome, biasanya menampilkan murid-murid dalam pentas seni tahunan, meski terhenti karena pandemi. Dalam Instagram Live bersama Purwa Tjaraka, Dian membagikan tips praktis bagi orangtua dan pengalaman mengajar, termasuk alat musik yang mudah rusak karena anak-anak belum bisa mengukur kekuatan. Ia menekankan musik sebagai sarana pembelajaran dan terapi yang bermanfaat bagi perkembangan ABK.

*****

Musik sudah dikenal luas sebagai alat terapi yang terbukti punya banyak pengaruh positif bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Karena itu, penata musik Dian Hadipranowo (51), yang lebih populer sebagai Dian HP, bersetia pada pendidikan musik bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) ini selama lebih dari 15 tahun.

Dari pengalaman panjangnya itu, Dian menemukan bahwa musik sanggup meningkatkan konsentrasi, mengontrol letupan emosi, hingga mendongkrak kemampuan berkomunikasi.

Hal ini diungkapkan Dian yang adalah komposer dan penata musik untuk film, iklan, sinetron, hingga drama musikal ini dalam perbincangan di Instagram Live sekolah musik Purwacaraka Music Studio. Perbincangan daring yang dipandu oleh Musikus Purwa Tjaraka itu bertajuk ”Pendidikan Musik bagi Anak Berkebutuhan Khusus” yang digelar pada Jumat (10/7/2020).

”Orangtua dengan anak berkebutuhan khusus sudah melakukan banyak hal di luar musik. Tidak ada salahnya dicoba. Bukti cukup banyak,” kata Dian.

Terlibat aktif dalam pendidikan musik di Rumah Ceria Down Syndrome, murid-murid Dian yang penyandang down syndrome biasanya akan tampil dalam pentas seni setahun sekali untuk memperingati Hari Down Syndrome Dunia. Sayangnya, pentas yang biasanya digelar dari siang hingga sore dan melibatkan lebih dari 100 peserta tersebut urung dilaksanakan tahun ini akibat pandemi.

Anak dengan down syndrome biasanya otomatis akan bereaksi dengan bergoyang ketika mendengar musik berirama yang cepat dan gembira. ”Mereka berlomba memainkan alat musik, menari, dan baca puisi. Tiap tahun pasti naik panggung, kecuali tahun ini. Sejak 15 maret lalu, saya juga baru tiga kali ke luar rumah. Saya mengisolasi diri saya dengan sadar,” tambah Dian.

Dalam perbincangan dengan Purwa Tjaraka, Dian membagikan tips praktis bagi orangtua, seperti bagaimana menggali minat musik, teknik pengajaran, hingga kendala yang dihadapi. Dian berbagi pengalaman, antara lain, dengan bercerita tentang alat musik di sekolahnya yang jadi lebih mudah rusak karena anak-anak kadang tak bisa mengukur kekuatan.

”Simbal di sekolahku kayak kerupuk bentuknya belok-belok,” katanya sambil tertawa.

Sumber: Kompas.id, Naper Dian HP Kayak Kerupuk, 16 Jul 2020 03:41 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *