Hanung Bramantyo, Pandemi Bawa Berkah

Pandemi Covid-19 justru menjadi peluang bagi sutradara Hanung Bramantyo untuk memantapkan persiapan film terbarunya, “Satria Dewa Gatotkaca”. Awalnya dijadwalkan mulai shooting Februari 2020 untuk tayang Desember, produksi harus ditunda sehingga Hanung memiliki waktu lebih banyak menyusun storyboard. Tawaran menggarap film bertema Gatotkaca datang akhir 2019 dan langsung ia terima karena minatnya pada tokoh tersebut. Pengambilan gambar kini direncanakan pada Agustus di Yogyakarta dan Semarang dengan protokol ketat, yang membuat biaya produksi meningkat. Sebagai film laga, proyek ini menantang karena adegan fisik harus tetap dibatasi sesuai aturan pandemi.

*****

Pandemi tak melulu menjadi bencana terutama bagi sutradara Hanung Bramantyo. Akibat merebaknya Covid-19, ia terpaksa harus menunda proses pengambilan gambar film terbarunya yang awalnya dijadwalkan sudah dimulai pada Februari lalu. Namun, penundaan itu justru memberi banyak waktu tambahan bagi Hanung untuk semakin mempersiapkan diri.

Persiapan yang dilakukan terutama dalam pembuatan storyboard atau gambaran dasar yang akan digunakan untuk mempresentasikan pengambilan gambar.

”Tadinya mau shooting Februari tayang Desember. Pandemi ini berkah buat gue. Punya waktu bisa bikin storyboard,” ujar Hanung dalam perbincangan bersama produser film Mira Lesmana dalam tayangan bertajuk Cabin Fever di akun Instagram Miles Films, Senin (8/6/2020).

”Bagi Hanung, tawaran dari rumah produksi Satria Dewa Studio untuk penggarapan film bertema Gatotkaca ini memang datang dalam waktu yang tergolong sangat singkat. Tawaran itu datang dan diterimanya pada akhir 2019. ”Aku suka banget Gatotkaca. Pandemi benar-benar menyelamatkan,” ujar Hanung yang sudah membuat sekitar 33 film layar lebar.

Karena pandemi, pengambilan gambar film berjudul ”Satria Dewa Gatotkaca” ini lantas bakal diundur pada Agustus mendatang. Pembuatan film laga, seperti ”Satria Dewa Gatotkaca”, di era pandemi memiliki tantangannya sendiri karena bakal membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Protokol ketat Covid-19 juga harus diterapkan pada shooting yang akan dilakukan di Yogyakarta dan Semarang.

Padahal, film laga membutuhkan persentuhan fisik yang cukup intens yang agak sulit dibatasi dengan protokol pandemi. ”Sebenarnya untuk masuk ke tahap ini, prosesnya sangat panjang. Dimulai sejak pertama kali bikin film action di ’Pengejar Angin’ lalu ’Gending Sriwijaya’. Menemukan medium lahan berekspresi bareng untuk kebudayaan. Aku manfaatin banget untuk belajar,” kata Hanung.

Sumber: Kompas.id, Hanung Bramantyo Pandemi Bawa Berkah, 10 Jun 2020 05:00 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *