Gusti Hendy, Tak Selalu di Belakang

Selama masa karantina Covid-19, drummer Gusti Hendy tetap produktif dengan merilis empat singel solo—“Pinggir Banyu”, “Freedom”, “Tabujur Tahalang”, dan “PWK”—melalui platform digital. Meski dirilis saat pandemi, karya tersebut diproduksi sebelumnya dan terinspirasi dari masa kecilnya di Banjarmasin. “Pinggir Banyu” menggambarkan kehidupan dinamis di tepi sungai, sementara “PWK” bernuansa rock sebagai penghormatan pada band masa kecilnya. “Tabujur Tahalang” menyiratkan makna perjuangan, dan “Freedom” menggambarkan harmoni kebebasan. Hendy berkolaborasi dengan sejumlah musisi serta memainkan drum, kibor, dan synthesizer. Ia ingin menunjukkan jati dirinya dan membuktikan bahwa drummer juga bisa tampil di garis depan.

*****

Selama masa karantina Covid-19, pemain drum Gusti Hendy justru produktif merilis karya. Selama Maret-Mei 2020, Hendy merilis empat singel solo terbarunya, ”Pinggir Banyu”, ”Freedom”, ”Tabujur Tahalang”, dan ”PWK”, melalui platform digital.

Keempat singel yang diproduksi sebelum pandemi Covid-19 tersebut terinspirasi dari kehidupan masa kecil Hendy di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. ”Pinggir Banyu”, mencerminkan kehidupan masa kecilnya di pinggir sungai yang dinamis sehingga musiknya juga dinamis.

Adapun ”PWK”, singkatan dari Pawakha, merupakan nama band Hendy pada masa kecil hingga remaja yang kerap ikut festival rock. ”Makanya lagu itu dibikin rada rock secara genre,” kata Hendy, Rabu (3/6/2020), di Jakarta.

Sementara ”Tabujur Tahalang” lebih kurang berarti, bila ingin menjadi benar, akan selalu ada halangannya. ”Freedom” merupakan komposisi tentang hidup bebas yang harmonis antarsesama. ”Makanya lagunya seperti main sendiri-sendiri, tapi nyambung, berharmoni,” ujar Hendy.

Untuk keempat singelnya tersebut, Hendy menggandeng sejumlah musisi, seperti Gerald Situmorang (gitar), Yankjay (gitar), Shadu (bas), Rian Hamzah (gitar), dan Adra Karim (hammond dan organ). Hendy, selain memainkan drum, juga memainkan kibor dan synthesizer.

Melalui karya solonya, Hendy yang selama ini lebih dikenal sebagai pemain drum Gigi dan Ligro ingin menunjukkan sisi Hendy yang sebenar-benarnya, setulus-tulusnya, semampunya. ”Intinya, drumer jangan selalu di belakang, tetapi harus berbuat sesuatu agar terlihat maju ke depan,” katanya.

Sumber: Kompas.id, Gusti Hendy Tak Selalu di Belakang, 06 Jun 2020 05:00 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *