Nadhira Suryadi, Suka Rasa Teh

Nadhira Suryadi, penyanyi dan aktris berdarah Bandung, menjadikan teh sebagai bagian tak terpisahkan dari kesehariannya. Ia lebih menyukai teh dibanding kopi, terutama teh dengan krim, susu, dan gula. Teh selalu menemaninya saat bekerja, bersantai, hingga mengajar olahraga. Ia menyukai berbagai jenis teh seperti black tea, jasmine, green tea, dan chamomile, baik dalam bentuk seduhan, celup, maupun botol dengan sedikit gula. Meski dikenal memiliki banyak manfaat, Nadhira minum teh semata karena menyukai rasanya. Kini, ia juga bekerja penuh waktu di kantor hukum dan sedang menyelesaikan studi magister kenotariatan sambil tetap aktif bernyanyi di akhir pekan.

*****

Berdarah Bandung, teh bukan sesuatu yang asing bagi Nadhira Suryadi. Bandung dengan banyak perkebunan teh sudah diakrabinya dari kecil. Hal ini menjadikan teh sebagai bagian yang tak bisa lepas dari keseharian.

Penyanyi yang juga aktris ini mengatakan suka sekali minum teh. ”Lebih suka teh dibandingkan kopi. Teh dengan krim, susu, dan gula,” ujar Nadhira yang rutin menyanyi pada akhir pekan di daerah Senopati, Jakarta Selatan.

Teh diminum sebelum mulai bekerja, saat bekerja, saat kumpul dengan teman-teman, atau sebelum tidur. Teh juga menemaninya di sela-sela latihan serta mengajar program olahraga pound dan strong by zumba.

Biasanya ia lebih suka menyeruput keharuman teh yang dihidangkan panas-panas. Namun, pengecualian dibuat untuk teh leci yang lebih suka dinikmatinya dalam kondisi dingin.

Jenis teh yang diminumnya pun sangat variatif. Ia biasa menyeduh black tea, jasmine tea, green tea, atau chamomile. Tak fanatik dengan helaian daun teh, Nadhira tetap senang mengonsumsi teh celup atau teh kemasan botol. Asalkan teh botol tersebut disajikan less sugar atau dengan sedikit gula.

Khasiat teh yang konon bisa bikin awet muda atau sehat juga tak menjadi pertimbangan ketika mengonsumsi teh. ”Suka teh karena rasanya saja,” kata Nadhira yang sekarang kerja penuh waktu di kantor hukum sambil menyelesaikan studi magister kenotariatan.

Sumber: Kompas edisi 16 Februari 2020 di halaman 8 dengan judul “Suka Rasanya “.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *