
FX Purnomo, Sulitnya Film Horor
Sutradara senior FX Purnomo mengaku masih harus banyak belajar, terutama saat menggarap film horor pertamanya berjudul Lantai 4. Sebelumnya dikenal dengan film drama seperti Boven Digoel (2017), Purnomo mengungkapkan bahwa genre horor jauh lebih rumit secara teknis. Ia harus menggunakan lebih banyak sudut pengambilan gambar dan efek khusus, termasuk riasan yang menyeramkan. Berbeda dengan drama, horor menuntut pembangunan ketegangan visual yang intens, sehingga proses syuting lebih kompleks. Film Lantai 4 dibintangi aktor-aktor ternama seperti Tio Pakusadewo, Inggrid Widjanarko, Yuki Kato, dan Ruth Marini. Meski berpengalaman, Purnomo tetap merasa terus belajar.
*****
Membuat film bagus adalah tantangan terberat bagi setiap sutradara. Apalagi semua genre film punya kekhasan dan kerumitan tersendiri. Bahkan, ketika sudah sangat berpengalaman menggarap banyak film, sutradara senior sekelas FX Purnomo pun mengaku masih harus banyak belajar lagi.
Hal itu disampaikan Purnomo seusai syukuran jelang dimulainya proses produksi film terbarunya yang bergenre horor, Lantai 4. Sejumlah nama terkenal ikut membintangi, seperti artis watak senior Tio Pakusadewo, Inggrid Widjanarko, bintang muda Yuki Kato, dan Ruth Marini.
”Ini film perdana saya yang bergenre horor. Saya, kan, biasanya spesialis film drama. Ternyata bikin film horor itu rumit, karena harus berhadapan setidaknya dengan banyak efek khusus seperti riasan, yang saya saja melihatnya, kok, mengerikan” ujar Purnomo, Rabu (12/2/2020).
Secara teknis Purnomo juga menyebut proses penyutradaraan film bergenre horor sama sekali berbeda dengan film bergenre drama. Untuk genre horor, sutradara harus mengambil gambar dari sudut pengambilan yang jauh lebih banyak ketimbang drama.
Hal itu berarti membutuhkan jauh lebih banyak kamera atau proses pengambilan gambar. Banyaknya sudut pengambilan dan gambar yang direkam ke dalam kamera sangat diperlukan, terutama jika sutradara berniat membangun ketegangan tertentu dalam filmnya.
FX Purnomo dikenal lewat film dramanya, Boven Digoel (2017), yang merupakan adaptasi dari sebuah buku catatan seorang dokter di Papua. Film itu juga bercerita tentang perjuangan hidup masyarakat Papua di tengah segala keterbatasan mereka.
Sumber: Kompas.id, FX Purnomo Sulitnya Film Horor, 15 Feb 2020 18:58 WIB
Leave a Reply