Fajar Bustomi, Seperti Lulus SMA

Sutradara Fajar Bustomi merasa emosional jelang penayangan Milea: Suara dari Dilan (13 Februari 2020), penutup trilogi film Dilan. Ia mengibaratkan proses syuting seperti menjalani masa SMA selama tiga tahun, lalu lulus. Film ini melanjutkan kisah Dilan 1990 dan Dilan 1991, yang sangat populer. Fajar bekerja sama dengan penulis novel, Pidi Baiq. Banyak penggemar meminta akhir cerita diubah agar Dilan dan Milea tetap bersama, tetapi Fajar menegaskan bahwa ia harus setia pada pesan penulis. Ia berharap kisah ini dikenang dan tak dilupakan, meski trilogi telah berakhir.

*****

Saat ini, sutradara Fajar Bustomi sedang sibuk mempersiapkan pemutaran film Milea: Suara dari Dilan yang akan tayang di bioskop di seluruh Indonesia mulai Kamis (13/2/2020). Di sisi lain, dia sedih karena trilogi film Dilan segera berakhir.

”Sedih banget. Rasanya, saya kayak sekolah SMA selama tiga tahun, lalu lulus. Selama ini melihat perkembangan anak-anak yang main film. Pengen-nya, ayah (Pidi Baiq) bikin sejuta buku lagi. Perpisahan itu menyakitkan, tetapi lebih sakit lagi kalau melupakan,” kata Fajar yang dihubungi di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Tiga tahun lalu, Fajar menyutradarai film Dilan 1990 yang tayang di bioskop awal tahun 2018. Film yang meraup jumlah penonton sebanyak 6,3 juta orang ini dilanjutkan dengan film Dilan 1991. Lalu, kisah cinta Dilan, anggota geng motor tahun 1990-an di Bandung, dilanjutkan dengan film Milea: Suara dari Dilan. Untuk menggarap film ini, Fajar dibantu Pidi Baiq, penulis novel Dilan.

Para penggemar Dilan banyak yang menunggu akhir kisah cinta masa SMA ini. ”Mereka kirim pesan ke kami, sudah enggak sabar lihat filmnya. Yah, pokoknya, tunggu saja nanti ending-nya, ada kejutan,” ujar Fajar sambil tertawa.

Selain itu, Fajar juga sering mendapat banyak masukan untuk penggarapan cerita dari para penggemar Dilan. ”Banyak tuh yang minta ceritanya agak diubah. Misalnya, minta Dilan dan Milea tidak dipisahkan. Ya, saya jawab saja, enggak bisa dong, apalagi novel yang bagus, pasti ada pesan-pesan tertentu dari penulisnya,” ujar Fajar.

Sumber: Kompas.id, Fajar Bustomi Seperti Lulus SMA, 12 Feb 2020 05:00 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *