
Widi Mulia, Bermain Film ”Buku Harianku” Bersama Keluarga
Film Buku Harianku mengisahkan Kila, gadis delapan tahun yang menulis buku harian dan menghabiskan liburan di rumah kakeknya di Sukabumi. Widi Mulia tertarik bermain dalam film ini karena alur cerita dan konsep drama musikalnya. Ia berperan sebagai ibu Kila, sementara suaminya, Dwi Sasono, berperan sebagai ayah Kila. Anak mereka, Widuri Puteri, juga turut bermain sebagai Rintik. Film ini disutradarai Angling Sagaran dan dibintangi Slamet Rahardjo. Produser Bobby Bossa awalnya membuat album untuk Kila sebelum ide film muncul. Film ini diharapkan menjadi tontonan yang hangat bagi keluarga Indonesia.
*****
Widi Mulia mengaku tertarik dengan tawaran dari produser Bobby Bossa setelah membaca alur cerita film. ”Pertama kali ditawari produser itu awalnya film dibikin dengan bentuk drama musikal. Saya tertarik sekali. Lalu, setelah baca naskah ceritanya, saya mau ikut main di film,” kata Widi dalam jumpa pers peluncuran trailer dan poster film Buku Harianku di Jakarta, Selasa (4/2/2020).
Film ini bercerita tentang seorang anak perempuan berusia delapan tahun bernama Kila, diperankan Kila Putri Alam, yang senang mencurahkan isi hati dengan menulis di buku harian. Suatu ketika, ibu Kila (Widi Mulia) menitipkan Kila untuk mengisi masa liburan ke rumah kakeknya, Prapto, di Desa Goalpara, Sukabumi, Jawa Barat.
Widi berharap, adanya cerita hubungan anak dan ibu di kota dapat dinikmati keluarga-keluarga di Indonesia. ”Jadi, melalui film ini, saya harapkan ini akan menjadi sebuah keharmonisan yang oke ditonton di bioskop secara beramai-ramai,” katanya.
Sang anak Widuri Puteri berperan sebagai Rintik. Widuri mendapatkan kejutan bahwa dirinya mendapatkan peran di dalam film yang dimainkan kedua orangtuanya. ”Waktu casting saya berdoa biar bisa main filmnya. Lalu waktu saya di rumah saya ditelepon ibu bapak, kalau saya dapat peran menjadi Rintik. Terus saya bilang sama ibu bapak, yes-yes-yes,” ujar Widuri sambil tersenyum lebar.
Sementara itu, Dwi Sasono mendapat peran sebagai ayah Kila. ”Kila jadi anak kami. Di sini saya pakai baju tentara karena dari kecil ingin menjadi tentara sama seperti bapak saya,” kata Dwi.
Dalam film yang disutradarai Angling Sagaran, aktor senior Indonesia peraih Piala Citra yang sudah tidak ragukan lagi kemampuan aktingnya, Slamet Rahardjo, turut ambil bagian sebagai Prapto Winoyo. Pemain lainnya adalah Gary Iskak (Samsudi), Ence Bagus (Kelik), dan Wina Marrino (Neneng).
Penulis cerita Alim Sudio mengharapkan film ini bisa dinikmati seluruh keluarga Indonesia. ”Jadi kami coba bantu gimana caranya untuk kemasan film ini supaya bisa dinikmati lebih enjoy lagi buat keluarga-keluarga Indonesia,” kata Alim.
Sang produser Bobby Bossa mengatakan, mulanya dia sedang menggarap album musik untuk Kila. Seiring berjalannya waktu muncul keinginan untuk membuat sebuah film. Salah satu alasan sang sutradara menggarap film tersebut juga untuk menambahkan hiburan bagi anak-anak.
”Salah satu motivasi kami membuat film ini adalah menambah hiburan bagi anak-anak. Saya tambahkan Mas Dwi dan Mbak Widi bisa main bareng bersama anaknya. Juga Om Slamet nyanyi setelah sekian puluh tahun beliau tidak nyanyi. Jadi ditunggu saja nanti Om Slamet nyanyi duet dengan Kila,” kata Bobby.
Sumber: Kompas edisi 05 Februari 2020 di halaman 12 dengan judul “Widi Mulia, Film Keluarga”.
Leave a Reply