Dira Sugandi, Lekat di Hati

Bagi penyanyi jazz Dira Sugandi, Tanah Sunda adalah rumah sejatinya. Meski sempat tinggal dan berkarya di Jakarta serta luar negeri, ia tetap memilih menetap di Bandung. Dira lahir dan besar di Tanah Sunda, tempat keluarganya bermukim, sehingga kedekatannya dengan budaya Sunda sangat kuat. Ia mengagumi keramahan orang Sunda yang lemah lembut dan menjunjung nilai “silih asih, silih asah, silih asuh.” Dira juga bisa berbahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari. Kecintaannya pada budaya Sunda tercermin dari selera makannya: menyukai sambal, makanan pedas, dan kerupuk yang tak boleh absen dalam setiap santapan.

*****

Penyanyi jazz Dira Sugandi selalu merasa bahwa ”rumah-nya” ada di Tanah Sunda. Walaupun sempat tinggal di beberapa tempat serta berkegiatan di Jakarta dan di luar negeri, Dira memilih untuk menetap di Kota Bandung.

”Saya lahir dan besar di Tanah Sunda. Sebagian besar keluarga besar berada di Tanah Sunda. Sudah pasti Tanah Sunda sangat melekat di hati,” ujarnya, Sabtu (1/2/2020).

Ada banyak hal yang membuat Tanah Sunda istimewa di mata Dira. Budaya yang berkembang di tanah itu sangat menarik. Orangnya pun terkenal ramah.

”Someah, murah senyum. Lemah lembut. Menghormati orang yang lebih tua. Ini juga tampak dari ungkapan silih asih, silih asah, silih asuh,” papar Dira, yang kemarin tengah membuka gerai minuman kekinian di Bandung.

Dira bisa bertutur dalam bahasa Sunda, meskipun masih bahasa sehari-hari, bukan tingkat bahasa halus. ”Ada banyak lelucon berbahasa Sunda yang lucu banget. Tapi kalau diterjemahkan jadi enggak lucu lagi,” imbuhnya.

Lidahnya pun lidah Sunda. Dira sangat suka makanan pedas. Makan harus pakai sambal. ”Dan, jangan lupa kerupuk. Orang Sunda juga senang kerupuk,” kata Dira.

Sumber: Kompas edisi 02 Februari 2020 di halaman 8 dengan judul “Lekat di Hati”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *