
Dian Sastrowardoyo, Cerita Tentang Pengalaman Menjadi Produser
Dian terjun sebagai produser film dan merasakan langsung beratnya pekerjaan di balik layar, mulai dari menyusun proposal hingga mencari investor. Meski pusing, ia justru menikmati proses tersebut dan merasa ketagihan. Dibantu sang suami dalam urusan bisnis serta didampingi mentor Shanty Harmayn, Dian belajar banyak hal baru. Ia menegaskan bahwa kisah film yang diproduksinya bukan berdasarkan pengalaman pribadi, meskipun ia punya kenangan indah tentang guru masa sekolah. Dian juga bangga banyak perempuan kini terlibat di industri film, membawa perspektif unik yang memperkaya cerita dalam perfilman Indonesia.
*****
Menjadi produser berarti Dian turun mencari investor yang mau membantu membiayai pembuatan film dan banyak urusan lainnya yang membuatnya pening.
Namun, kerja berat dan pusing di belakang layar malah membuat Dian senang dan ketagihan. “Lebih pusing dan lebih banyak kerjanya. Waktu kerja lebih lama pula. Saya menyusun proposal film dan mencari investor. Untung suami saya mau membantu urusan bisnis seperti ini. Dia banyak memberi kiat-kiat menembus sumber tertentu. Biarpun pusing, saya ketagihan jadi produser. Senang-senang gimana gitu,” ujar Dian di Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020).
Dia dengan tegas menyatakan, kisah film itu bukan berangkat dari pengalaman pribadi walau dia punya kenangan akan guru semasa sekolah dulu. Dia senang dengan guru yang punya kemampuan dan motivasi menarik guna meningkatkan kemampuan murid-muridnya.
Dian bercerita, dia beruntung menjadi produser dengan didampingi mentornya, Shanty Harmayn. “Pengalaman menjadi produser pertama kali serasa diceburkan ke kolam untuk belajar berenang seraya megap-megap hingga akhirnya selamat,” ujar Dian yang juga mendapat peran pendukung sebagai Nirmala, guru yang sedang hamil.
Dian senang, sekarang banyak perempuan terlibat dalam industri perfilman. Dia yakin, kehadiran pekerja perempuan membawa keunikan dan sudut pandang lebih berwarna. Apalagi banyak kisah hanya dapat diceritakan lewat sudut pandang perempuan.
Sumber: Kompas edisi 23 Januari 2020 di halaman 12 dengan judul “Dian Sastrowardoyo, Pengalaman Produser “.
Leave a Reply