Endah N. Rhesa, Cermat Mengelola Keuangan

Endah N Rhesa adalah pasangan suami-istri sekaligus musisi yang dikenal lewat karya-karya akustik berkualitas. Selain disiplin dalam bermusik, mereka juga dikenal cermat dalam mengelola keuangan. Endah memegang peran sebagai “menteri keuangan” keluarga, sementara Rhesa berperan penting dalam menghitung nilai ekonomis pekerjaan. Mereka bahkan menggunakan jasa perencana keuangan dan menetapkan anggaran khusus untuk kebutuhan tim serta alat musik. Tak hanya itu, mereka percaya bahwa seniman tak boleh 100 persen puas agar terus berkembang. Prinsip hidup sederhana dan terencana menjadi fondasi kokoh keduanya dalam berkarya dan menjalani kehidupan rumah tangga.

*****

Duo Endah N Rhesa terbilang cermat mengelola keuangan. Selain menggunakan jasa perencana keuangan, pasangan suami-istri tersebut pun menjaga gaya hidup agar sesuai dengan kemampuan.

”Pengaturan adalah kunci stabilitas finance musisi agar bisa ’hidup’ seperti orang lain. Disiplin adalah kunci. Lalu, kita juga harus hati-hati dengan lifestyle karena itu bisa berdampak besar pada kondisi keuangan sebuah keluarga,” kata Endah saat peluncuran buku I’m All Ear’s di Jakarta, Jumat (10/1/2020). Buku itu ditulis oleh Eko Wustuk dengan penerbit Edraflo.

Ia mengatakan, di rumah tangganya, Rhesa berperan penting untuk menghitung nilai ekonomis sejumlah hal, termasuk pekerjaan. Kendati demikian, gelar ”menteri keuangan” yang mengatur keuangan keluarga tersemat pada Endah.

Jadwal pekerjaan yang padat dan rezeki yang mengalir tidak membuat mereka terlena. Selain untuk rumah tangga, pengaturan serupa pun mereka terapkan bersama tim Endah N Rhesa secara konsisten. ”Kami selalu sediakan cost untuk itu (keperluan pekerjaan), misalnya cost untuk kostum, senar, hingga asuransi,” kata Endah.

Selain disiplin dalam keuangan, keduanya pun menerapkan hal yang sama ketika bermusik. Setiap karya dikonsep secara matang dan dibuat dengan sungguh-sungguh. Keduanya pun tidak ingin cepat puas dengan karya yang dibuat.

”Mengutip kata Rhesa, seniman itu tidak boleh 100 persen puas dengan karyanya. Dengan begitu, seniman akan terus berkarya,” kata Endah.

Sumber: Kompas edisi 13 Januari 2020 di halaman 12 dengan judul “Endah N Rhesa, Mengelola Keuangan “.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *