Jerome Kurnia, Melanjutkan ”Shooting” Film Meski Mengalami Luka

Jerome Kurnia adalah aktor muda Indonesia yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam dunia perfilman. Saat syuting film Surat dari Kematian, ia mengalami kecelakaan kecil dengan menabrak kayu hingga menyebabkan luka dan jahitan di alis mata kanan. Meski terluka, Jerome tetap melanjutkan syuting, menyebut luka itu sebagai kenang-kenangan dari kerja sepenuh hati. Luka tersebut ditutupi dengan perban dan riasan agar tidak tampak di film. Bagi Jerome, bekas luka bukan masalah besar, melainkan bukti profesionalismenya. Sikap pantang menyerah ini mencerminkan komitmennya dalam berkarya di industri film Tanah Air.

*****

Jerome Kurnia mengalami kecelakaan kecil saat menjalani film Surat dari Kematian. Dia menabrak kayu hingga luka di alis mata kanannya. Jerome pun segera dibawa ke dokter dan mendapat beberapa jahitan.

”Salah saya karena tidak melihat properti di lokasi shooting sampai menabrak begitu. Saya kira hanya luka gores saja, ternyata darah mengucur,” kata Jerome saat pemutaran perdana Surat dari Kematian di Jakarta, Senin (6/1/2020).

Sekembali dari dokter, dia ditanya akan beristirahat atau kembali shooting. Dia memilih melanjutkan shooting karena tidak merasa sakit. Lagi pula luka itu hanya luka kecil.

Agar lukanya tidak terlihat di film, Jerome memakai perban plus polesan kosmetik. ”Kalau diperhatikan benar baru terlihat,” ujarnya seraya mengelus bekas luka tipis di alis kanannya.

Bagi Jerome, luka kecil itu bukan perkara besar. Dia tak ambil pusing punya bekas luka seperti itu di wajahnya yang mulus. Dia yakin luka tersebut sama sekali tak merusak wajahnya.

”Mendapat luka, ada bekasnya, tapi tetap shooting, kayaknya saya sangat berdedikasi, ya, he-he-he. Luka ini menjadi kenang-kenangan betapa saya bekerja sepenuh hati. Tak gentar hanya karena luka,” ucap Jerome.

Sumber: Kompas edisi 08 Januari 2020 di halaman 12 dengan judul “Jerome Kurnia, “Shooting” saat Terluka”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *