Sruti Respati, Memasak Bersama Anak
Sruti Respati memanfaatkan pandemi untuk mempererat hubungan dengan anak melalui kegiatan sederhana tapi bermakna: memasak dan menyantap masakan bersama di meja makan. Aktivitas ini bukan sekadar makan, tetapi juga menjadi momen diskusi dan perencanaan kegiatan atau bisnis di masa depan. Menurut pesinden asal Solo ini, komunikasi di meja makan terasa lebih santai dan efektif, memberi energi positif di tengah situasi sulit. Kejadian lucu pun kerap muncul, misalnya saat eksperimen memasak mi bebas gluten yang kemudian diejek anaknya, menambah kehangatan momen kebersamaan mereka. Bagi Sruti, kualitas waktu bersama anak—meski sederhana—adalah inti dari seluruh kegiatan mereka.
******
Bagi pesinden Sruti Respati, memasak dan menyantap masakan bersama anak tercinta menjadi kegiatan favorit untuk dilakukan semasa pandemi. Dari meja makan itu pula, lahir berbagai rencana kegiatan produktif untuk masa mendatang.
”Sebenarnya sudah kami lakukan juga sebelum pandemi, tetapi intensitasnya jauh meningkat saat pandemi. Bahkan, kami sangat produktif merencanakan beberapa kegiatan dan bisnis karena banyak berkomunikasi dan berdiskusi di meja makan,” tutur Sruti, Sabtu (20/3/2021).
Komunikasi dengan anak lebih efektif di meja makan, lebih santai, tanpa beban. Itulah sebabnya pesinden asal Solo, Jawa Tengah, ini menjadi lebih dekat relasinya dengan sang anak. ”Itu memberi suntikan energi yang luar biasa bagi kami dalam menghadapi situasi sulit saat pandemi seperti ini,” imbuhnya.
Ada saja kejadian lucu saat Sruti dan anaknya memasak bersama. Sruti suka bereksperimen dengan menu masakan baru. ”Waktu itu saya mencoba bikin mi sendiri, yang bebas gluten. Cukup lama anak saya menunggu hasilnya. Ternyata, bentuk mi itu tidak seperti mi pada umumnya, ha-ha-ha. Jadilah sepanjang waktu makan saya diejek anak saya, bahkan jadi bahan ejekan setiap saya mau masak menu baru,” ungkap Sruti yang sering melihat video tutorial memasak.
Menurut Sruti, kita hidup berkejaran dengan waktu. Jadi, kebersamaan adalah segalanya bagi dia dan sang anak. ”Di sela-sela kesibukan, kami upayakan yang terbaik. Kembali bersama, meluangkan waktu untuk kegiatan sederhana yang rutin kami lakukan merupakan esensi dari seluruh kegiatan kami,” katanya.
Sumber: Kompas.id,
Leave a Reply