Fifi Sijangga, Bercerita tentang Ruwetnya Balet Virtual

Fifi Sijangga, Direktur Artistik Marlupi Dance Academy, menghadapi tantangan mengajar balet secara virtual di masa pandemi. Awalnya merasa aneh, Fifi, bersama putrinya Claresta Alim dan ibunya Marlupi Sijangga, berhasil menciptakan kelas online efektif hingga murid dapat mengikuti kompetisi internasional melalui video rekaman. Metode ini memungkinkan gerakan diperbaiki sebelum dikirim. Selain itu, Fifi mengembangkan silabus baru untuk murid 5–11 tahun agar lebih fleksibel dan kreatif, sementara murid 12 tahun ke atas mengikuti silabus Royal Academy of Dance London. Inovasi ini memperluas pembelajaran balet tanpa batas negara dan meningkatkan motivasi serta kreativitas anak-anak.

*****

Mengajar tari balet di masa pandemi menuntut kecerdasan dan kreativitas tinggi. Pebalet yang juga Direktur Artistik Marlupi Dance Academy atau MDA, Fifi Sijangga, sempat merasa aneh ketika pertama kali harus mengajar balet lewat media virtual. Setelah hampir setahun, Fifi menemukan kesempatan tak terbatas untuk membagikan ilmu balet ke lebih banyak orang tanpa batasan negara.

Seperti pada Selasa (9/2/2021) pagi, Fifi bersama putrinya yang juga pebalet Claresta Alim serta ibundanya, Marlupi Sijangga, yang adalah pendiri MDA menjadi pembicara terkait balet dengan peserta para guru balet dari Malaysia. ”Pertama kali terasa sangat aneh untuk mengajar balet di Zoom. Oh my Godwhat is that? Biasanya mengajar di depan anak bisa megang dan membetulkan sikap tubuh,” kata Fifi.

Berjuang sangat keras, akhirnya kelas balet virtual pun bisa berjalan dengan lancar. Anak-anak muridnya tetap bisa terlibat aktif mengikuti pertandingan balet tingkat internasional dengan mengirimkan video rekaman balet. ”Sudah direkam beda dengan liveLive kadang gerakan bisa gagal dibuat. Kaki mungkin jatuh karena faktor mental. Tapi, karena video, bisa diulang sehingga yang paling perfect baru dikirim,” tambahnya.

Kreativitas juga lahir di masa pandemi dengan melahirkan silabus baru untuk murid usia 5-11 tahun. Dengan demikian, setiap murid bisa mengambil ujian balet dengan waktu yang lebih fleksibel. Baru setelah usia 12 tahun murid dari sekolah balet yang pada tahun ini akan memperingati ulang tahun ke-65 ini melanjutkan silabus dari Royal Academy of Dance LondonInggris. ”Silabus kami bikin sendiri agar lebih memotivasi anak-anak mau lebih inovasi. Mau lebih mengembangkan balet di Indonesia,” kata Fifi.

Sumber: Kompas.id, Fifi Sijangga Bercerita tentang Ruwetnya Balet Virtual, 19 Feb 2021 05:00 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *