Yasha Chatab, Berbagi Pengalaman ”Dipeluk” Covid-19

Yasha Chatab (44) aktif membagikan pengalamannya terpapar Covid-19 melalui telewicara, siaran langsung media sosial, dan siniar dengan gaya edukatif tanpa menakut-nakuti. Ia tetap mengunggah konten bahkan saat dirawat di rumah sakit pada September 2020 selama 17 hari. Meski disiplin hidup sehat, Yasha mengaku tetap terkena Covid-19. Ia menekankan pentingnya asuransi kesehatan setelah biaya perawatan mencapai Rp 230 juta. Pengalamannya kerap ia bagikan kepada siapa pun untuk meningkatkan kesadaran, terutama bagi mereka yang masih meragukan pandemi.

*****

Yasha Chatab (44) kini gencar membagikan pengalamannya terserang Covid-19. Ia bertutur dengan antusias diselingi tawa lepas sehingga uraiannya edukatif, tetapi tanpa menakut-nakuti. Peristiwa itu disampaikan lewat telewicara untuk korporat, siaran langsung menggunakan medsos dan siniar.

Pembawa acara, pelari, serta praktisi branding dan teknologi itu mengunggah konten, bahkan sewaktu masih di rumah sakit. Yasha sudah lebih dari 10 kali mengungkapkan kisahnya. Ia juga menjadi moderator konferensi pers Road to Merck Life Festival, Selasa (8/12/2020).

Transformasi Yasha karena terkena Covid-19 pun dijelaskan dan diunggah ke medsos perusahaan kesehatan itu. Ia sebenarnya disiplin. ”Enggak nongkrong, berolahraga, dan berhenti merokok sejak tahun 2008. Bagaimana ceritanya kena Covid-19, enggak tahu. Apes saja,” ujarnya.

Yasha masuk rumah sakit pada September 2020. Pendiri komunitas lari Indorunners yang dibentuk pada  2009 itu dirawat selama 17 hari. ”Punya asuransi kesehatan benar-benar menyelamatkan saya alias enggak jadi bokek,” katanya sambil tertawa.

Tak hanya forum resmi, masa saat diopname itu diutarakan kepada sopir taksi, penjual aki, dan penambal ban. Sebagian lawan bicara tersebut tak percaya pandemi. ”Tebak, deh, biaya penyembuhan saya,” ujar Yasha yang ikut memproduseri film Mari Lari (2014) dan menjadi pemeran utama Romantic (2004) itu.

Rata-rata, taksiran itu tak mencapai Rp 50 juta. Betapa terkejutnya mereka saat Yasha menyebutkan jumlah hingga Rp 230 juta. ”Boleh saja enggak percaya Covid-19, tetapi kalau tahu ongkosnya, pasti ngeri. Saya mau nyebarin virus lari. Eh, ada virus benaran. Jualan kebeli, tapi salah. Lucu juga,” katanya.

Sumber: Kompas.id, Yasha Chatab Berbagi Pengalaman ”Dipeluk” Covid-19, 24 Des 2020 04:37 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *