
Edwin, Pindah Markas
Sutradara Edwin sedang menata pot-pot bunga di markas baru Kinosaurus di dia.lo.gue, Jumat (11/12/2020), setelah komunitas film itu terdampak pandemi dan harus pindah dari Kompleks Aksara, Kemang. Edwin, pemenang Piala Citra Sutradara Terbaik untuk Posesif, mengubah ruang kafe menjadi microcinema dengan ventilasi terbuka agar aman selama pandemi. Pada Jumat malam, 35 orang menonton film Jakarta, City of Dreamers karya Robby Ertanto Soediskam. Selain menonton, Edwin berdiskusi dengan anggota Kinosaurus tentang peluang memutar film secara daring dan aktivitas lain yang bisa dilakukan di tengah keterbatasan pandemi.
*****
Sutradara film Edwin sibuk menata pot-pot bunga dari meja ke sebuah lemari di samping ruangan di dia.lo.gue, Jumat (11/12/2020). Ini markas baru Kinosaurus tepat Edwin berkomunitas di bidang film. Edwin menjadi salah satu pendirinya. Sebelumnya, Kinosaurus bersama toko buku Aksara dan beberapa komunitas lain membentuk ekosistem di Kompleks Aksara, Kemang. Tapi pada usianya yang ke-5, harus pindah.
“Pandemi menghantam kami. Sempat bingung mau pindah kemana. Bersyukur pemilik dia.lo.gue, Engel Tanzil, menampung kami di sini. Jadi sementara ini kami seperti refugee he he he,” kata Edwin yang mendapat piala citra sebagai sutradara terbaik untuk film Posesif ini.
Kinosaurus pindah lantaran selama pandemi tidak ada pemasukan sehingga kesulitan untuk membayar uang sewa gedung.
Siang itu Edwin dan rekan-rekannya sedang mengubah salah satu ruang dia-lo.gua yang selama ini difungsikan sebagai bagian dari kafe menjadi ruang pertunjukkan serupa microcinema. Namun, tidak kedap suara karena bagian atas ruangan itu penuh lubang ventilasi. “Ini justru bagus ventilasinya sehingga lebih aman di masa pendemi seperti sekarang,” kata Edwin.
Pada Jumat malam, sebanyak 35 orang menonton film Jakarta, City of Dreamers karya sutradara Robby Ertanto Soediskam di markas baru Kinosaurus. Selain menonton, Edwin sengaja mengundang teman-teman pecianta Kinosaurus untuk berbincang ringan membaca kemungkinan kemungkinan lain yang bisa dikerjakan selama pandemi. Misalnya, seberapa besar peluang memutar film secara daring.
Sumber: Kompas.id, Edwin Pindah Markas, 14 Des 2020 04:34 WIB
Leave a Reply