
Artika Sari Devi, Berawal dari Ulat
Di masa pandemi, Artika Sari Devi merasakan ketenangan baru dengan memelihara hewan di rumah, yang berawal dari pengalaman sederhana bersama ulat di kebun sayurnya. Proses ulat menjadi kupu-kupu memberi efek menenangkan sekaligus sarana edukasi bagi anak-anaknya tentang makna perubahan. Dari sana, keluarga Artika mulai memelihara ikan cupang, lalu dua burung jenis sun conure dan cockatiel bernama Kiko dan Mango. Hewan-hewan tersebut memberi kebahagiaan dan kehangatan baru, menjadi teman bermain anak-anak serta mempererat kebersamaan keluarga di tengah situasi pandemi.
*****
Memelihara hewan kesayangan di rumah di masa pandemi itu makin menenangkan. Setidaknya, ini yang dirasakan aktris Artika Sari Devi (41). Tidak disangka, ternyata semua berawal dari ulat.
”Sebelumnya, kami tidak memiliki hewan piaraan. Di awal pandemi kami menanam sayur di kebun belakang rumah dan ternyata mendatangkan banyak serangga, termasuk kupu-kupu,” kata Artika, Sabtu (12/12/2020), di Jakarta.
Datangnya kupu-kupu sekaligus mendatangkan ulat. Suatu ketika, daun tanaman jeruk pun dimakan ulat. Bagian daun yang ada ulatnya dipetik, lalu ditaruh ke dalam stoples kaca hingga ulatnya menjelma menjadi kepompong, lalu kupu-kupu.
”Melihat proses itu seperti berinteraksi dengan ulat hingga bisa menjadi kupu-kupu. Rasanya cukup menenangkan,” ujar Artika, yang memiliki suami penyanyi Baim ini.
Artika sebetulnya sekadar hendak mengenalkan perubahan ulat menjadi kupu-kupu kepada kedua anaknya, Sarah Ebiela Ibrahim (11) dan Dayana Zoelie Ibrahim (7). Seperti kupu-kupu, Artika ingin menunjukkan, semua perubahan selalu membutuhkan proses.
”Mulai dari ulat itulah kami memutuskan memelihara hewan kesayangan. Pertama kali, kami memelihara 30 ikan cupang yang lagi naik daun,” ujar Artika, yang semakin menemukan efek menenangkan ketika menikmati gerak-gerik ikan cupang.
Tidak berhenti di situ. Ide memelihara hewan kesayangan pun berkembang ke burung. Akhirnya, dua burung jenis Sun conure dan Cockatiel melengkapi hewan peliharaan kesayangan mereka.
Kedua burung itu dilepas di kebun sayur yang ada di belakang rumah. Keduanya diberi nama Kiko dan Mango, yang ternyata memiliki kesukaan mandi di bak air yang disediakan.
”Burung-burung itu bisa berinteraksi dengan kita. Anak-anak merasa punya teman baru dan sering membawa burung-burung itu ke kamar mereka,” ujar Artika.
Hewan peliharaan ternyata membawa kebahagiaan baru di tengah keluarga kecil Artika. Kita tunggu, setelah ikan cupang, lalu burung, apa lagi yang ingin dipelihara Artika berikutnya?
Sumber: Kompas.id, Artika Sari Devi Berawal dari Ulat, 13 Des 2020 05:38 WIB
Leave a Reply