Anto Hoed, Menata Konser Daring

Anto Hoed, penata musik sekaligus Dewan Komisaris Jakarta City Philharmonic, mengalami pengalaman baru selama pandemi dengan menata musik konser daring dari pemusik yang tersebar di Jakarta, Bandung, dan terutama Yogyakarta. Ia menggabungkan 48 track untuk lagu “Indonesia Raya” tiga stanza selama empat hari dan merilisnya di kanal YouTube Budaya Saya, disusul komposisi “Simfoni No. 5 in C Minor Op. 67” karya Beethoven. Meski untuk pementasan karya Beethoven tetap diperlukan pembayaran royalti, konser daring ini menjadi percontohan awal. Anto berharap ada konser lanjutan dan siap menggabungkan audio, termasuk untuk pertunjukan dengan vokal, dari para musisi yang bekerja dari rumah.

*****

Penata musik sekaligus Dewan Komisaris Jakarta City Philharmonic, Anto Hoed, memiliki pengalaman menarik selama pandemi Covid-19 ini. Untuk pertama kalinya Anto menata musik konser dari para pemusik yang tersebar di sejumlah daerah, seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Terbanyak dari Yogyakarta.

”Saya menggabungkan sebanyak 48 track untuk lagu ’Indonesia Raya’ 3 stanza selama empat hari, lalu dirilis di Youtube Budaya Saya. Untuk lagu yang kedua, pemusiknya lebih sedikit dengan komposisi lagu dari Beethoven,” ujar Anto Hoed, Rabu (23/4/2020), ketika dihubungi di Jakarta.

Komposisi lagu Beethoven yang dimainkan ”Simfoni No 5 in C Minor Op 67”. Konser ini dirilis pada 18 April 2020.

 ”Untuk pementasan karya Beethoven sebagai pertunjukan, kita masih dituntut pembayaran royaltinya,” kata Anto.

Konser daring yang pertama ini sekaligus percontohan untuk konser-konser daring berikutnya. Para pemusik tetap memainkan alat musik di rumah masing-masing.

 ”Satu jam sebelum dirilis, kami sempat mendapat penawaran dari pihak sponsor, tetapi butuh persiapan bentuk kerja sama selama dua minggu. Kemudian, kami tetap merilis yang sudah dipersiapkan, sambil berharap ada jadwal konser-konser daring berikutnya,” ujar Anto Hoed.

Kanal Youtube Budaya Saya dikelola Direktorat Jenderal Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain konser, program pementasan secara daring itu juga mencakup banyak bidang seni pertunjukan lain.

”Kami mempersiapkan konser berikutnya ditambah dengan vokal. Para musisinya mengerjakan di rumah, nanti saya yang menggabungkan audionya,” ujar Anto.

Sumber: Kompas.id, Anto Hoed Menata Konser Daring, 05 Mei 2020 05:00 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *