
Amelia Ong, Banyak Meditasi
Penyanyi jazz Amelia Ong, yang kini bermukim di Bali, merasakan kuatnya solidaritas dan optimisme masyarakat setempat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Ia menilai ketenangan warga Bali, yang terbiasa bermeditasi, membuat mereka menyikapi situasi dengan positif tanpa kepanikan atau penimbunan bahan makanan, bahkan saat perayaan Nyepi diperpanjang. Menurut Amelia, masyarakat Bali memilih merenung dan saling mendukung di masa sulit ini. Ia pun menggagas pertunjukan musik daring bersama musisi lain di Bali. Meski sulit karena musik memerlukan kolaborasi langsung, Amelia tetap berupaya menghadirkan karya dari rumah dengan semangat kebersamaan.
*****
Solidaritas dan optimisme masyarakat dibutuhkan untuk menghadapi pandemi virus korona saat ini. Seperti yang dilihat dan dirasakan penyanyi jazz Amelia Ong yang mulai menetap dan berkarier di Bali. Masyarakat Bali tetap menjunjung tinggi solidaritas dan optimisme.
”Orang-orang di sini mungkin karena banyak meditasi sehingga menyikapi pandemi virus korona ini dengan positif,” ujar Amelia Ong di Bali, Jumat (3/4/2020).
Perayaan Nyepi yang diperpanjang sehari pada pekan lalu juga berlangsung lancar. Amelia menceritakan pengalamannya ketika itu harus berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan, tidak menjumpai adanya kepanikan masyarakat, apalagi sampai menimbun bahan makanan tertentu.
Amelia juga bisa merasakan ketenangan batin masyarakat Bali di sekitar tempat tinggalnya yang meniadakan agenda-agenda pribadi. Masyarakatnya memikirkan untuk terus bergandengan tangan dalam menghadapi pandemi ini.
”Semua sedang time out, sedang merenung, dan memikirkan kesalahan yang telah diperbuat,” ujar Amelia, yang kini mulai menggagas bersama musisi lainnya di Bali untuk membuat pertunjukan daring atau dalam jaringan internet secara langsung.
Kesulitan mewujudkan pertunjukan daring itu pasti ada. Menurut Amelia, musisi berbeda dengan seniman lain yang bisa tampil solo atau individual. Untuk menampilkan karya, mau tidak mau harus mempertemukan para musisinya yang kini harus tinggal di rumah saja.
Sumber: Kompas edisi 05 April 2020 di halaman 6 dengan judul “Banyak Meditasi “.
Leave a Reply