Nicholas Saputra, Menjaga Alam lewat Film “Semes7a”

Nicholas Saputra memproduseri film dokumenter Semes7a, yang mengisahkan tujuh tokoh dari berbagai daerah dan agama di Indonesia yang peduli lingkungan. Film ini bertujuan mengingatkan bahwa manusia adalah bagian dari alam dan perilakunya berdampak langsung pada kelestarian lingkungan. Semes7a tayang perdana pada 30 Januari 2020. Nicholas telah aktif di isu lingkungan sejak menjadi sukarelawan pascatsunami Aceh lebih dari 10 tahun lalu. Sebelumnya, ia juga memproduseri film pendek tentang konservasi gajah Sumatera. Untuk Semes7a, Nicholas bekerja sama dengan produser Mandy Marahimin dan sutradara Chairun Nissa selama satu tahun proses produksi.

*****

“Mungkin kita tidak tahu betapa seringnya hidup berdampingan dengan banyak kejadian alam,” kata Nicholas saat berkunjung ke Menara Kompas di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Dalam kunjungannya, Nicholas mempromosikan film dokumenter yang diproduserinya, Semes7a. Film ini mengisahkan tujuh sosok dari tujuh daerah di Indonesia yang merawat lingkungan dengan latar belakang agama yang berbeda-beda. Film ini akan tayang perdana pada 30 Januari 2020 di bioskop.

Nicholas ingin mengingatkan manusia juga merupakan bagian dari alam dan perilaku manusia terhadap alam memiliki dampak terhadap hidup manusia.

“Saya berkecimpung di dunia lingkungan hidup lebih dari 10 tahun. Mungkin lebih tepatnya pascatsunami di Aceh,” ujar Nicholas.

Dia menjadi sukarelawan di beberapa lembaga nonprofit yang berbasis di Aceh. Baginya, persoalan lingkungan hidup menjadi sesuatu yang dekat dan kegiatan sehari-hari. Sebelum ini, ia memproduseri film dokumenter pendek tentang konservasi gajah di Sumatera bersama Mandy Marahimin.

Dalam film dokumenter Semes7a, dia kembali bekerja sama dengan Mandy serta sutradara Chairun Nissa selama satu tahun.

Sumber: Kompas edisi 29 Januari 2020 di halaman 12 dengan judul “Nicholas Saputra, Menjaga Alam “.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *