
Tri Rismaharini, Pekan Mendebarkan Bagi Walikota Surabaya
Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya saat itu, dikenal sebagai pemimpin yang sigap dan peduli pada warganya, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem. Ia turun langsung ke lapangan, memantau rumah pompa, saluran air, dan memberi bantuan logistik seperti beras kepada nelayan yang dilarang melaut karena gelombang tinggi. Mengandalkan handy talky dan iPad yang terhubung ke CCTV kota, Risma selalu siaga, terutama saat hujan deras disertai pasang air laut. Meski infrastruktur seperti pompa dan pintu air siap, ia tetap waspada menghadapi kemungkinan banjir, menunjukkan kepemimpinan yang tanggap, humanis, dan berbasis data serta teknologi.
*****
Ia selalu memantau lewat handy talky, langsung ke lokasi rumah pompa, cek saluran air, stok beras buat bantuan, hingga bertemu nelayan di Kenjeran, agar tidak melaut.
Semua fasilitas dan logistik menghadapi segala kemungkinan sudah siap. Berdasarkan informasi dari BMKG, hujan disertai angin kencang bahkan badai pun bisa terjadi di Surabaya.
“Begitu lihat awan gelap, perasaanku langsung tak menentu. Khawatir saja, apalagi disertai angin kencang. Maka sejak pekan lalu saya bertemu nelayan dan melarang mereka melaut karena gelombang tinggi. Sebagai kompensasinya mereka diberi bantuan beras,” kata Risma dengan suara parau.
Pekan ini bagi Risma benar-benar saat yang mendebarkan, karena intensitas hujan diperkirakan tinggi dan bersamaan dengan air laut pasang. Memang seluruh pompa air siap.
“Begitu hujan dan saat bersamaan air laut pasang, saya sudah perintahkan penjaga langsung menutup seluruh pintu air yang bermuara ke laut. Saluran air juga rutin dicek dan kalaupun ada genangan cepat surut. Meski semua sudah siap, begitu awan pekat menggantung di atas langit Surabaya, perasaanku langsung waswas,” ujar Risma.
Risma juga hampir tak pernah lepas dari Ipad yang terkoneksi dengan semua kamera pengawas yang memantau situasi kota yang kini memiliki 400 taman ini.
Sumber: Kompas edisi 15 Januari 2020 di halaman 12 dengan judul “Tri Rismaharini, Pekan Mendebarkan “.
Leave a Reply