Rianto, Penari yang Tampil di Pementasan Planet Sebuah Lament

Rianto kembali bekerja sama dengan sutradara Garin Nugroho dalam pementasan Planet, Sebuah Lament yang akan dipentaskan pada 17–18 Januari 2020 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Pementasan ini menggabungkan film, tari, teater, dan paduan suara dengan nuansa lament Melanesia dari Papua dan NTT. Rianto berperan sebagai burung pelindung kehidupan baru yang menjelajahi dunia menuju harmoni. Sebelumnya, ia ikut dalam proses shooting film dokumenter di Gumuk Pasir Parangkusumo, Yogyakarta. Pementasan ini mengangkat tema lingkungan rusak dan menjadi ratapan untuk bumi yang hancur, sekaligus pencarian kehidupan baru yang harmonis.

*****

Rianto sudah sering bekerja sama dengan Garin Nugroho. Kali ini, dia akan bermain dalam pementasan Planet, Sebuah Lament yang disutradarai Garin. Pementasan yang menggabungkan film, choir, tari dan teater dalam keindahan lament Melanesia (Papua dan NTT) ini akan berlangsung pada 17-18 Januari 2020 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

“Peran saya dalam pementasan ini, seekor burung yang melindungi kehidupan selanjutnya. Sebagai burung saya bisa kemana pun terbang, sampai kemudian muncullah kehidupan harmonis,” kata Rianto yang dihubungi di Tokyo, Jepang, tempatnya bermukim selama ini, Jumat (3/1/2020).

Sebelumnya, pada 20-22 Desember 2019, Rianto juga terlibat dalam shooting film dokumentasi yang akan digunakan untuk pementasan tersebut. Lokasinya berada di Pantai Gumuk Pasir Parangkusumo Yogyakarta yang memiliki padang pasir yang luas.

“Pengalaman shooting di situ luar biasa, panas sekali. Kulit saya sampai gosong. Tempatnya dipilih karena memang cocok untuk visualisasi keadaan planet,” kata Rianto.

Selain Rianto, pementasan ini menampilkan Mazmur Chorale, Serraime Koirewoa, Heinbertho Koirewoa, Paul Amandus Dwaa, Prisccilia EM Rumbiak, dan Galabby. Menurut Rianto, Garin memilih tema tentang lingkungan sekitar yang sudah rusak.

“Ini sebuah ratapan untuk mencari planet baru atau kehidupan baru yang bisa bersinergi dengan berbagai elemen. Cerita dari sebuah lament atau nyanyian ratapan dunia yang hancur yang berasal dari timur,” kata Rianto.

Sumber: Kompas edisi 06 Januari 2020 di halaman 12 dengan judul “Rianto, Mencari Kehidupan Baru “.

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *