Lewis Prayogo, Menjadi “Teman” Anabul Bermain
Lewis Prayogo (23) memanfaatkan kecintaannya pada hewan dengan menjadi pet sitter dan dog walker di Jakarta, terutama selama pandemi ketika banyak anjing merasa bosan di rumah. Ia membantu menjaga, merawat, dan mengajak anjing berjalan-jalan agar tetap sehat dan tidak stres. Keahliannya dipelajari secara otodidak serta dari pengalaman bekerja di petshop dan menjadi rescue maupun foster. Dalam sehari ia bisa menangani beberapa anjing dengan bayaran hingga setara UMR. Baginya, kunci pekerjaan ini adalah kepercayaan dan memahami karakter hewan. Meski menantang, pekerjaan ini memberinya kebahagiaan dan pengalaman berharga.
*****
Tak hanya manusia yang bisa merasa bosan tinggal di rumah, terlebih di masa penyebaran Covid-19. Anjing peliharaan pun tak luput dari rasa bosan. Butuh “teman” bermain di kala pemiliknya tak lagi memiliki banyak waktu. Entah sibuk bekerja, keasyikan menggunakan gawai ataupun sakit.
Berbekal kecintaan pada hewan, Lewis Prayogo (23) mengambil peran kecil untuk menjadi “teman” bermain bagi anjing. Hampir setiap hari, ada saja permintaan untuk mengajak bermain anjing, bahkan mengajak sejumlah anjing pergi jalan-jalan ke luar rumah.
“Biar sehat, biar enggak stres. Selain itu, anjing juga butuh bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Hitung-hitung, bukan hanya anjingnya yang sehat, saya juga kebagian bonus sehat karena pekerjaan ini dikerjakan dengan happy,” kata Lewis di Jakarta, Selasa (23/3/2021).
Bagi Lewis, cinta pada hewan mengalahkan segalanya. Penjaga hewan peliharaan atau pet sitter bukan pekerjaan biasa. Ada rasa percaya yang begitu besar diberikan pemiliknya. Selain menjaga, Lewis pun senang menjadi teman seperjalanan dengan anjing atau dog walker. Terbayang, menuntun anjing besar dengan leash sambil berjalan keliling kompleks atau jalan besar serasa menjadi pemiliknya.
Tidak hanya cinta. Lewis mempelajari cara “menaklukkan” anjing secara otodidak. Selebihnya, seperti merawat anjing, dipelajarinya selama bekerja di petshop. Itu pun terbilang singkat, karena akhirnya petshop itu terpaksa tutup, karena habis kontrakannya.
Permintaan
Usai tak memiliki pekerjaan, rupanya kemahiran Lewis merawat anak bulu (anabul), bukan hanya anjing tetapi juga kucing, semakin membuahkan hasil. Permintaan selalu datang, dari mulut ke mulut, entah diminta menjadi pet sitter ataupun dog walker.
Pengalaman menjadi rescue (penyelamat) maupun foster (merawat) menjadi bekal pengalamannya yang sangat berharga. Sewaktu menjadi pet sitter, sebanyak 12 anjing dan 10 kucing milik seseorang pun pernah dirawatnya. Terkadang, dia pun terpanggil menjadi foster untuk merawat, sambil menantikan calon adopter yang mengambil anjing atau kucingnya.
Sebagai dog walker, Lewis mengaku bisa memperoleh penghasilan yang sedikit menyamakan besar upah minimun regional (UMR) di Jakarta. Mengajak jalan-jalan saja saat akhir pekan, setidaknya bisa memperoleh upah Rp 200.000-Rp 300.000 per ekor. Ada juga yang sistemnya borongan Rp 400.000-Rp 500.000, karena anjing yang dituntun cukup banyak.
Paling banyak, dia pernah mengajak jalan-jalan lima ekor anjing. Namun, untuk mengajak anjing jalan-jalan, kita harus mengenal karakternya. Tidak bisa semua jenis anjing disatukan untuk diajak jalan bareng. Karena itu, ada kalanya Lewis membedakan waktu jalan-jalannya.
“Terus terang, pekerjaan jasa ini benar-benar rasa percaya. Dan saya, berusaha tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan pemiliknya. Apalagi, yang dipercayakan pada saya adalah makhluk hidup,” kata Lewis, yang pernah diminta menjaga dan merawat anjing selama sepekan karena pemiliknya pergi ke luar negeri.
Tidak mudah. Ada anjing yang karakternya friendly, walaupun awal bertemu terus menggonggong sewaktu berada di dekat pemiliknya. Sejumlah trik selalu dilakukan Lewis. Mulai dari bersikap cuek di dekatnya, memberi sedikit makanan kesukaannya hingga akhirnya bisa dielus-elus dan siap diajak bermain.
Kuncinya adalah komunikasi. Selama berada di dekat pemiliknya, anjing yang memiliki tipe sebagai guard dog cenderung menggonggong. Biasanya, informasi tentang makanan kesukaannya menjadi titik awal untuk akhirnya bisa meluluhkan anjing rumahan.
Memang, ada yang perlu waktu 1-2 hari untuk bisa mengajak anjing jalan-jalan ke luar rumah. Berhasil meluluhkan hatinya, semua bisa dilakukan. Jangankan dielus-elus, anjing juga senang digendong. Begitu datang berikutnya, Lewis pun pernah disambut dengan lompat-lompat gembira dan buntut yang dikibas-kibaskan. Manja sekali.
“Pekerjaan ini bikin saya happy dan merasa enjoy,” kata anak ketiga dari lima bersaudara ini.
Sebagai pet sitter, Lewis tak pernah berhenti belajar tentang karakter maupun perilaku anjing. Anjing yang sedang sakit, misalnya, terlihat sekali semangatnya menurun. Wajahnya lesu. Jika kondisi awalnya sudah terlihat lesu, Lewis tak segan-segan segera memberitahukan kepada pemiliknya.
Lewis juga mengurungkan dulu niatnya untuk membawa anjing itu jalan-jalan. Paling tidak, menemani supaya tetap mau makan dan sehat kembali. Bermain pun terpaksa hanya dilakukan di sekitar rumahnya.
Banyak kisah menyenangkan yang dialami Lewis. Sama seperti mempunyai teman baru. Saling mengetahui bagaimana karakter teman kita. Saat di perjalanan, kadang sifat agresifnya muncul begitu melihat kucing atau anjing lain. Nah, kondisi ini langsung diantisipasi Lewis dengan berjalan di sisi berlawanan dengan hewan lain.
Pengalaman mengajak jalan-jalan anjing Golden Retriever pun membuat Lewis tertawa. Kebayang, anjing ini bertubuh besar, bisa mencapai lebih dari 30 kilogram. Dalam perjalanan, anjing ini mogok jalan. Lalu, dia mengajak anjingnya istirahat sejenak, baru melanjutkan jalan lagi.
“Ternyata, sudah sampai dekat rumah, malah mogok lagi. Kayaknya kecapekan, tapi wajahnya sih kelihatan malas pulang. Akhirnya, saya gendong saja anjingnya,” kata Lewis, lalu memberitahukan kepada pemiliknya.
Sumber: Kompas.id, Lewis Prayogo Menjadi “Teman” Anabul Bermain, 21 Jul 2021 20:24 WIB
Leave a Reply