Tjandra Yoga Aditama, Mendukung Keadilan Vaksin

Setelah pensiun dari WHO pada 2019, Tjandra Yoga Aditama tetap aktif di bidang kesehatan. Ia kini menjadi salah satu dari 12 anggota tim independen Independent Allocation of Vaccines Group (IAVG) program Covax, yang bertugas memvalidasi alokasi vaksin Covid-19 agar setiap negara mendapat dosis sesuai jumlah penduduknya. Meski bersifat independen, Tjandra tetap memperhatikan kepentingan Indonesia sambil mempertimbangkan negara lain. Sebelumnya, ia pernah menjadi anggota tim WHO terkait pandemi H1N1, MERS-CoV, dan kesiapsiagaan influenza. Selain itu, ia aktif memberikan sosialisasi kesehatan dan menjabat Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI.

*****

Setelah pensiun dari keanggotaan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019, peran Tjandra Yoga Aditama di bidang kesehatan nyatanya tidak terhenti. Selain aktif memberikan sosialisasi dan edukasi di berbagai kegiatan, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu kini ditunjuk sebagai  satu dari 12 orang yang tergabung dalam tim independen untuk alokasi vaksin Covid-19 (Independent Allocation of Vaccines Group/ IAVG) dari program Covax.

Tim tersebut dibentuk oleh WHO untuk mendorong kemandirian dan transparansi dalam pengambilan keputusan untuk alokasi vaksin dari program Covax. Program tersebut dibentuk agar seluruh negara di berbagai belahan dunia bisa mendapatkan keadilan serta kesetaraan pada akses vaksin Covid-19.

“Fokus utamanya yaitu supaya semakin banyak negara yang mendapatkan vaksin Covid-19 sesuai dengan jumlah penduduknya. Kami sebagai tim independen yang akan memvalidasi proposal untuk keputusan alokasi vaksin, termasuk terkait jumlah vaksin yang dialokaskan ke setiap negara yang berpartisipasi di Covax,” tutur pria kelahiran 3 September 1955 itu.

Meskipun terpilih secara independen bukan untuk mewakili Indonesia, Tjandra menyampaikan, rasa nasionalisme tetap muncul. Jika memang ada hal yang menyangkut kepentingan Indonesia, ia tidak segan untuk memperjuangkannya. Hal itu tentu tetap mempertimbangkan kebutuhan negara-negara lain.

Ia mengatakan, berbagai rapat masih dilakukan untuk mempersiapkan proses distribusi vaksin yang sudah tersedia dalam program Covax. “Diharapkan pembahasan bisa segera selesai jadi ditribusi vaksin dapat segera dilakukan,” ucap Tjandra yang juga merupakan Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI.

Sebelumnya, Tjandra juga pernah ditunjuk sebagai tim independen dari WHO yakni sebagai anggota dari tim peninjau WHO tentang penerapan peraturan kesehatan internasional (IHR 2005) dan pandemi H1N1, anggota dan wakil ketua tim penasihat WHO untuk kesiapsiagaan pandemi influenza (PIP),  anggota dari komite darurat regulasi kesehatan internasional tentang MERS-CoV, serta anggota peninjau IHR tentang fungsi peraturan kesehatan internasional dan pandemi influenza A H1N1 2009.

Sumber: Kompas.id, Tjandra Yoga Aditama Mendukung Keadilan Vaksin, 26 Feb 2021 05:20 WIB 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *