
Agus Wiradi, Relawan yang Mengakrabi Merapi
Agus Wiradi (43) memulai kiprah sebagai relawan sejak SMP saat gempa melanda Liwa, Lampung Barat. Terinspirasi didikan orang tuanya yang prajurit baret merah, ia berangkat membantu korban dengan perlengkapan seadanya. Sejak itu, kepeduliannya terus tumbuh. Kini, warga Depok ini menjadi relawan potensi SAR yang berperan dalam analisis keselamatan Tim SAR Gabungan, termasuk saat pencarian Sriwijaya Air SJ-182 sebagai koordinator protokol kesehatan. Agus juga aktif di daerah rawan bencana seperti Merapi, Mamuju, Lembata, dan Semeru, fokus pada keselamatan, pemantauan erupsi, dan dukungan evakuasi warga.
*****
Agus Wiradi (43) mengenang kiprahnya senagai relawan yang dimulai sejak SMP. Saat itu, tak disangka gempa melanda Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Lampung. Dengan didikan keras orangtuanya yang kebetulan prajurit baret merah, sosok yang sangat mencintai dunia militer itu tanpa berpikir panjang langsung membobok celengannya.
“Saya pikir, korban itu sengsara banget, ya. Baju saya pak lalu berangkat. Di sana, apa saja dilakukan. Saya bantu korban pakai baju pramuka,” ucapnya sambil tertawa. Ia membantu mengangkat air dapur umum, menghibur korban sebayanya, dan berbagi ilmu mengenai pelajaran sekolah.
Tenggang rasa warga Depok, Jawa Barat itu terhadap sesamanya terus tumbuh. Kini, ia menjadi relawan potensi SAR yang bertugas membantu menganalisis keselamatan Tim SAR Gabungan. “Kalau untuk menghidupi keluarga, saya wiraswasta. Bisalah buat makan dengan kios yang disewakan dan kontrakan,” ucapnya di Depok, Jumat (5/2/2021).
Saat pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Januari 2021, Agus dipercaya sebagai koordinator tim yang bertanggung jawab atas protokol kesehatan untuk mencegah rekan-rekannya terjangkit Covid-19 dengan bidang melakukan penyemprotan disinfeksi personil atau disinfektan area.
Agus Wiradi (43) mengenang kiprahnya senagai relawan yang dimulai sejak SMP. Saat itu, tak disangka gempa melanda Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Lampung. Dengan didikan keras orangtuanya yang kebetulan prajurit baret merah, sosok yang sangat mencintai dunia militer itu tanpa berpikir panjang langsung membobok celengannya.
“Saya pikir, korban itu sengsara banget, ya. Baju saya pak lalu berangkat. Di sana, apa saja dilakukan. Saya bantu korban pakai baju pramuka,” ucapnya sambil tertawa. Ia membantu mengangkat air dapur umum, menghibur korban sebayanya, dan berbagi ilmu mengenai pelajaran sekolah.
Tenggang rasa warga Depok, Jawa Barat itu terhadap sesamanya terus tumbuh. Kini, ia menjadi relawan potensi SAR yang bertugas membantu menganalisis keselamatan Tim SAR Gabungan. “Kalau untuk menghidupi keluarga, saya wiraswasta. Bisalah buat makan dengan kios yang disewakan dan kontrakan,” ucapnya di Depok, Jumat (5/2/2021).
Saat pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Januari 2021, Agus dipercaya sebagai koordinator tim yang bertanggung jawab atas protokol kesehatan untuk mencegah rekan-rekannya terjangkit Covid-19 dengan bidang melakukan penyemprotan disinfeksi personil atau disinfektan area.
“Biaya untuk membuat windsock sekitar Rp 1 juta per lokasi. Kami juga memasang teropong portabel,” kata Agus yang beraktivitas di gunung itu sejak tahun 1995. Ia mulai rutin mendatangi Merapi setiap kali erupsi, saat aktivitas gunung tersebut meningkat pada tahun 2010.
“Kami pun mempersiapkan dan memosisikan diri menjadi tim dukung operasi dalam hal safety (keselamatan) termasuk di dalamnya, pemantauan manual pada saat erupsi dengan asumsi seluruh peralatan komunikasi rusak ketika warga dievakuasi,” katanya. Agus menilai, masyarakat yang tinggal di sekitar Merapi sudah lebih siap merepons bencana dibandingkan gunung-gunung lain.
“Erupsi Merapi berkesinambungan sehingga mereka terbiasa. Kami pun terus berkomunikasi dengan satgas tanggap darurat saat warga diungsikan, baru-baru ini,” ujarnya. Agus juga kerap mendatangi berbagai daerah rawan bencana seperti Mamuju, Lembata, dan Gunung Semeru.
Sumber: Kompas.id, Agus Wiradi Relawan yang Mengakrabi Merapi, 23 Feb 2021 15:00 WIB
Leave a Reply