Joko Pinurbo, Dua Buku Puisi

Selama pandemi April–Desember 2020, penyair Joko Pinurbo menulis dua buku puisi, Salah Piknik dan Sepotong Hati di Angkringan, yang kini diproses oleh penerbit di Yogyakarta dan Jakarta. Ia menulis keduanya secara paralel, membiarkan tiap ide berkembang sendiri. Salah Piknik berisi refleksi kritis, satire, dan ironi sosial, sementara Sepotong Hati di Angkringan sarat refleksi kebatinan bernuansa Yogyakarta. Jokpin menganggap masa pandemi sebagai retret panjang yang memberi waktu sunyi untuk merenungi hidup, menjaga kewarasan, serta tetap kreatif dan produktif, meski juga sibuk mengikuti berbagai acara sastra daring.

*****

Selama masa pandemi, sejak April hingga Desember 2020, penyair Joko Pinurbo mengerjakan dua buku kumpulan puisi. Dua buku tersebut tengah diproses oleh dua penerbit yang berbeda di Yogyakarta dan di Jakarta.

“Saya mengerjakan dua buku puisi selama masa pandemi Covid-19. Itu bagian dari upaya menjaga kewarasan, sekaligus untuk mengembangkan semangat tetap kreatif dan produktif di masa pandemi,” tutur Jokpin, sapaan akrabnya, Senin (25/1/2021).

Penyair ini sempat menunjukkan “bocoran” sampul dua buku puisi tersebut. Satu buku berjudul Salah Piknik berlatar hitam dengan gambar seorang pria di dalam botol kaca yang mulut botolnya tertutup virus korona. Buku lainnya berjudul Sepotong Hati di Angkringan berlatar cokelat kayu dengan gambar nasi kucing khas angkringan.

“Salah Piknik kental dengan refleksi kritis, satire, dan ironi sosial. Sepotong Hati di Angkringan sarat dengan refleksi kebatinan bernuansa Yogyakarta,” katanya.

Jokpin menulis kedua buku itu secara paralel. Ia seolah membiarkan masing-masing ide penulisan menempuh dan menemukan jalannya sendiri. Buku itu tercipta di tengah kesibukannya mengisi berbagai acara sastra yang digelar secara daring.

“Bagi saya, masa pandemi menjadi semacam retret panjang. Di tengah kesulitan dan situasi yang diliputi ketidakpastian, kita diberi banyak waktu sunyi untuk melihat dan merenungi berbagai persoalan hidup dengan lebih jernih, lebih kritis, dan dengan perspektif yang lebih kaya,” imbuh Jokpin.

Sumber: Kompas.id, Joko Pinurbo Dua Buku Puisi, 30 Jan 2021 05:08 WIB 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *