
Butet Kartaredjasa, Kegagahan di Masa Pandemi
Butet Kartaredjasa (59) merayakan ulang tahunnya akhir November di warung sate Bantul, Yogyakarta, bersama rekan Teater Gandrik, sambil bercanda dan bersyukur atas kebersamaan di masa pandemi. Sejak September 2020, Butet diminta Kementerian Kominfo dan KPC-PEN menyelenggarakan Pertunjukan Virtual Panggung Tradisional—12 pertunjukan daring, termasuk Dagelan Mataram, Ketoprak Ringkes, Wayang Kulit, dan Musik Encik Sri Krishna. Butet bertugas mengkurasi dan menjaga kualitas penampil, termasuk menyisipkan konten edukatif tentang protokol kesehatan. Ia menekankan bahwa seniman tetap kreatif dan inovatif meski pandemi, menyuarakan semangat “Kegagahan dalam Pandemi” bagi para pelaku seni tradisional.
*****
Berjumpa dengan Butet Kartaredjasa (59) adalah perjumpaan dengan canda. Seperti yang terlalui akhir November lalu di warung sate kambing ”Mas Nanang” di Keloran, Bantul, Yogyakarta. Butet yang baru berulang tahun dikelilingi rekan-rekannya berkesenian di Teater Gandrik. Salah satu sobatnya, Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarso, yang baru mendapat Anugerah Kebudayaan dari Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta, mentraktir makan siang.
Canda menjadi pelengkap syukur atas ulang tahun, anugerah budaya, juga tongseng kambing lezat yang dinikmati bersama-sama. Kebersamaan menjadi siasat menghadapi pandemi yang tidak pasti kapan berakhir.
Di tengah canda tawa itu, Butet bercerita, sejak September 2020, ia diminta Kementerian Kominfo dan KPC-PEN (Komite Pencegahan Covid19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) untuk membantu menggelar Pertunjukan Virtual Panggung Tradisional. Ada 12 pertunjukan daring, meliputi Dagelan Mataram, Ketoprak Ringkes, Wayang Kulit, Orkes Sinten Remen, dan Musik Encik Sri Krishna, dari September sampai Desember 2020.
”Saya kira ini gagasan baik memperlakukan seniman tradisional. Bukan sekadar dikasih Bantuan Langsung Tunai (BLT). Mereka merasa happy karena negara hadir dalam kesengsaraan di musim pandemi,” ujarnya.
Dalam program itu, Butet bersama tim Kominfo melakukan kurasi dan bertanggung jawab pada kualitas penampil, termasuk menjaga konten. Dimasukkan juga konten mendorong masyarakat patuh pada protokol kesehatan.
”Memberi motivasi dan optimisme. Seniman tidak takluk oleh pandemi. Namun, justru bergairah bikin inovasi secara kreatif. Kalau almarhum Rendra puya kredo ’Kegagahan dalam Kemiskinan’, hari ini kita bilang ’Kegagahan dalam Pandemi’,” ujarnya. Yeah!
Sumber: Kompas.id, Butet Kartaredjasa Kegagahan di Masa Pandemi, 15 Des 2020 05:30 WIB
Leave a Reply