
Rara Sekar, Bahas Fenomena di Medsos
Dalam program virtual Bincang Kamis Goethe-Institut Indonesien, Rara Sekar dan peneliti media Roy Thaniago membahas tema “Terisolasi dalam Gelembung Sendiri”. Selama satu jam, mereka menyoroti media sosial sebagai ruang publik, mengulas konsep Habermas, fenomena menghapus pertemanan saat pemilu, serta peran buzzer dalam membentuk opini. Istilah seperti hegemoni dan ad hominem muncul dalam diskusi yang serius namun santai, diselingi humor dan interaksi dengan warganet. Mereka juga menjawab pertanyaan tentang etika bermedia sosial dan fenomena SJW. Keduanya menekankan pentingnya literasi digital dan penggunaan medsos untuk mendorong keadilan sosial.
*****
Rara Sekar mengisi program virtual Bincang Kamis yang diadakan Goethe-Institut Indonesien, Kamis (10/9/2020), selama sekitar satu jam. Ia mengulas fenomena di media sosial bertema ”Terisolasi dalam Gelembung Sendiri” bersama peneliti media dan budaya Roy Thaniago.
”Perkenalkan, saya Rara, musisi dan peneliti. Pada malam ini kami membahas potensi dan tantangan medsos sebagai ruang publik,” katanya. Mereka, misalnya, membicarakan konsep ruang publik dari filsuf Jerman, Juergen Habermas, dan fenomena mengeliminasi pertemanan di medsos saat pemilu.
Rara juga mengutarakan masifnya peran pendengung (buzzer) demi memengaruhi opini publik. Istilah-istilah macam hegemoni, ad hominem, dan dialektika acap kali terdengar. ”Berat, ya, pembahasan kita,” kata Rara yang direspons Roy dengan tergelak.
Mereka sesekali mengendurkan saraf dengan senda gurau. Tak pelak, dialog itu lantas menjadi serius tapi santai. Suatu ketika saat Roy tengah berbicara, sekonyong-konyong terdengar gonggongan anjing. Ia hanya tersenyum seraya menjelaskan bahwa hewan itu ribut karena mengendus tukang bakso yang lewat.
Dialog tersebut diselingi dengan menjawab pertanyaan dari warganet. Pertanyaan mereka dinilai sulit, misalnya pentingnya bersikap tepat di medsos, fungsi platform media tersebut, dan pendapat tentang pejuang keadilan sosial atau social justice warrior alias SJW. Roy dan Rara pun menyampaikan pendapatnya secara bergantian.
Mereka mengemukakan pentingnya literasi serta kekuatan medsos yang sepatutnya dimanfaatkan sebagai ruang sosial untuk mendorong keadilan.
Sumber: Kompas.id, Rara Sekar Bahas Fenomena di Medsos, 18 Sep 2020 05:03 WIB
Leave a Reply