
Brozio Orah, Buatan Tangan
Brozio Orah (41), pemain bas dan synthesizer Dialog Dini Hari (DDH), gemar mengoleksi alat musik, terutama bas FAD buatan tangan Indonesia dan synthesizer analog. Baginya, kedua alat itu bukan sekadar instrumen kerja, tetapi juga benda seni yang membutuhkan ketekunan dan kerja keras. Saat ini, Zio memiliki dua bas FAD dan beberapa merek lain, serta dua synthesizer analog yang baru dipelajarinya selama tiga tahun terakhir. Bersama DDH, ia merilis album mini Setara berisi empat lagu. Selain itu, Zio aktif sebagai produser untuk penyanyi lain dan sedang menyiapkan proyek singel pribadinya, dengan harapan prosesnya lancar dan tepat waktu rilis.
*****
Pemain bas dan synthesizer Dialog Dini Hari (DDH), Brozio Orah (41), senang mengoleksi bas dan ingin menjadi kolektor synthesizer. Kedua barang itu, bagi Zio, panggilan akrabnya, istimewa, karena selain bisa digunakan sebagai alat kerja, juga merupakan benda seni.
”Bas yang saya pakai mereknya FAD Guitars. Ini buatan tangan anak Indonesia. Pabriknya di Yogyakarta. Menurut saya ini benda seni, perlu ketekunan dan kerja keras untuk bisa membuat bas yang berkualitas,” ungkap Zio, Jumat (24/7/2020), di Bali.
Saat ini, Zio memiliki dua bas merek FAD. Dia berharap bisa menambah koleksinya dari merek tersebut lebih banyak lagi. Untuk merek lain, dia juga mengoleksi beberapa.
Zio juga menggunakan synthesizer analog. Saat ini Zio baru memiliki synthesizer jenis analog sebanyak dua buah karena dia memang baru belajar. Kurang lebih tiga tahun ini.
”Buat saya ini juga benda seni. Perangkat elektronik yang dirangkai untuk membuat aliran listrik menjadi frekuensi bunyi-bunyian tanpa batas,” jelas Zio.
Bersama DDH, Zio, Dadang SH Pranoto, dan Deny Surya baru saja merilis album mini Setara. Album mini ini terdiri atas empat lagu, yaitu ”Kulminasi II”, ”Garis Depan”, ”Pemelukmu”, dan ”Atas Nama Cinta”.
Saat ini Zio sedang sibuk berperan sebagai produser untuk Agung Ocha, penyanyi asal Bali, dan Amel, penyanyi dari Yogyakarta. Zio juga sedang menggarap singel proyek pribadinya. ”Mudah-mudahan lancar dan ada alasan tepat untuk dirilis,” katanya.
Sumber: Kompas edisi 26 Juli 2020 di halaman 6 dengan judul “Buatan Tangan”.
Leave a Reply