Cut Mini, Jangan karena Tren

Ana Mustamin, mantan eksekutif yang mencintai sastra sejak kecil, menerbitkan Majas, majalah sastra cetak di tengah arus digital. Bersama empat sastrawan, ia mengelolanya tanpa gaji demi merawat dunia sastra. Majas tampil mewah, dikurasi independen, dan konsisten terbit sejak 2018 meski modal terbatas. Ana ingin sastra menjadi bagian gaya hidup dan dibaca oleh kalangan luas, tidak hanya sastrawan. Di tengah minimnya apresiasi sastra, ia bertekad menghadirkan media berkualitas yang menjaga kejujuran dan kemanusiaan, selaras dengan keyakinannya bahwa menulis adalah bekerja untuk keabadian.

*****

Bersepeda memang menyehatkan, apalagi dilakukan bersama suami tercinta sambil berkeliling Jakarta. Akan tetapi, pada masa pandemik seperti sekarang, saat tren bersepeda kembali muncul, aktris Cut Mini justru memilih tak ikut-ikutan.

Kebiasaan Cut bersepeda bersama suami sebenarnya sudah dimulai saat kebijakan hari bebas kendaraan bermotor pertama kali diterapkan di ibu kota Jakarta, beberapa tahun silam. Dari rumahnya di kawasan Kemang, Jakarta, Cut dan suami berkeliling ke sejumlah jalan utama biasanya sejak pagi.

”Kalau sekarang saya dan suami paling-paling joging saja di seputaran kawasan Kemang sampai Brawijaya. Biasanya mulai matahari terbit sekitar pukul 05.30. Kalau dulu sepedaan. Sekarang sudah enggak lagilah. Tapi, sepedanya masih ada disimpan dan dirawat di rumah,” ujar Cut saat dihubungi, Sabtu (18/7/2020).

Cut juga takjub dengan orang-orang yang bahkan berani membeli sepeda dengan harga yang terbilang fantastis. ”Kalau aku, sih, kalau ada orang yang memang mau beli sepeda harga mahal-mahal, ya, silakan saja. Mau beli yang merek biasa juga oke saja. Biarin aja-lah, he-he-he…,” ujarnya.

Lalu ia menyambung kalimatnya, ”Kalau aku olahraga enggak kepengin cuma mengikuti tren. Sekarang juga sudah males mau mulai lagi. Sudah kelamaan. Sudah pernah juga dulu, kan.”

Saat ini, Cut baru saja menyelesaikan shooting film terbarunya, Silent, yang bergenre drama keluarga. Shooting ini sempat tertunda lama akibat pandemik. Dia bersyukur di era normal baru sekarang shooting sudah bisa kembali dilakukan tentu dengan menerapkan protokol kesehatan

Sumber: Kompas edisi 19 Juli 2020 di halaman 6 dengan judul “Jangan karena Tren”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *