
Deddy Fachruddin Kurniawan, Prestasi di Dunia Sapi Perah
Selama 22 tahun, Deddy Fachruddin Kurniawan (46) malang melintang di dunia peternakan sapi perah, baik di dalam maupun luar negeri. Jabatan yang dia emban pada beberapa organisasi dokter hewan membuat kiprahnya di dunia peternakan sapi perah semakin meluas. Tak hanya dokter hewan, dia juga peternak, inseminator, dan konsultan.
Oleh: Defri Werdiono
April lalu, Deddy menerima penghargaan Asian Animal Health Award dari Federation of Asian Veterinary Association (FAVA), sebuah federasi kumpulan dokter hewan se-Asia yang beranggotakan 27 negara. Penghargaan tersebut diberikan di Sheraton Grand, Bangkok, Thailand, bersamaan dengan Asian Health and Husbandry Expo.
Deddy menjadi satu dari tiga penerima award itu. Dua orang lainnya masing-masing berasal dari Makau dan Filipina untuk kategori peneliti dan akademisi terbaik di bidang kedokteran hewan. Satu lagi bagi Asia di Filipina untuk kategori praktisi.
“Yang ikut dalam award itu semuanya organisasi yang sangat besar, tetapi saya sangat bangga karena bisa terpilih sebagai pemenang mewakili Indonesia,” ujar Deddy saat ditemui di PT Greenfields Indonesia di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Sabtu (6/7/2024).
Deddy berprofesi sebagai dokter hewan di PT Greenfields Indonesia, perusahaan susu yang berbasis di Jakarta, selama lima tahun terakhir. Sebelum itu, Deddy bekerja di perusahaan susu nasional dan internasional lainnya seperti Livestock Improvement Corporation (LIC), sebuah perusahaan pembibitan sapi terbesar di Selandia Baru, hingga 2008.
Karier profesional Deddy berlanjut setelah dia menyelesaikan pendidikan spesialisasi satu tahun peternakan sapi perah di Faister Fresh Farm Divi Ltd Pakistan, sebagai Herd Manager, dilanjutkan dengan pekerjaan serupa di Selandia Baru di bawah naungan Altus Herd Pty Australia.
Deddy, menempuh pendidikan strata dua manajemen peternakan di Universitas Brawijaya Malang, mendapatkan beasiswa dari PT Greenfields Indonesia. Deddy kemudian bergabung kembali di PT Greenfields Indonesia, perusahaan pengolahan susu segar terbesar di Indonesia.
Pelatihan gratis
Sejak sembilan tahun terakhir, Deddy gencar memberikan pelatihan gratis kepada peternak lokal di beberapa daerah di Jawa Timur, Bali, Sulawesi, dan Sumatera. Pelatihan itu diadakan dalam program kemitraan dengan organisasi internasional seperti Livestock Improvement Corporation (LIC).
“Awalnya, program ini digagas atas kerja sama PT Greenfields Indonesia dengan LIC di beberapa kabupaten di Jawa Timur,” kata Deddy.
Menurut Deddy, pelatihan kepada peternak bertujuan meningkatkan produksi susu serta memperbaiki manajemen pemeliharaan ternak sapi.
“Setelah itu, kami mendapatkan dana hibah dari PT Greenfields Indonesia untuk memperluas pelatihan hingga ke beberapa daerah lain di Indonesia,” lanjutnya.
Deddy menyatakan, pelatihan ini telah memberi manfaat bagi ribuan peternak di Indonesia.
Peternak sapi perah
Tidak hanya sebagai pelatih dan dokter hewan, Deddy juga peternak rakyat. Pelatihan dilakukan secara cuma-cuma diadakan di Kampung sapi ekologi oleh PT Greenfields Indonesia. Ternak sapi ekologi tersebut dibina di beberapa pusat ekologi di Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.
“Kami fokus agar semua sapi sehat, hasil produksi optimal, dan minim problematika kesehatan,” katanya.
Deddy juga mengelola usaha peternakan sapi perah di atas lahan 10 hektare di Ngajum, Kabupaten Malang. Tahun 2004, dia berhasil mendirikan Livestock Improvement Corporation (LIC), sebuah perusahaan pembibitan sapi terbesar di Selandia Baru, hingga 2008.
Karier profesional Deddy berlanjut setelah dia menyelesaikan pendidikan spesialisasi satu tahun peternakan sapi perah di Faister Fresh Farm Divi Ltd Pakistan, sebagai Herd Manager, dilanjutkan dengan pekerjaan serupa di Selandia Baru di bawah naungan Altus Herd Pty Australia.
Deddy menempuh pendidikan strata dua manajemen peternakan di Universitas Brawijaya Malang, mendapatkan beasiswa dari PT Greenfields Indonesia. Deddy kemudian bergabung kembali di PT Greenfields Indonesia, perusahaan pengolahan susu segar terbesar di Indonesia.
Profil singkat
- Lahir: Bali, 13 Januari 1978
- Pendidikan: Dokter Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB)
- Karier: Dokter hewan PT Greenfields Indonesia, Herd Manager Faister Fresh Farm Divi Ltd Pakistan
- Penghargaan: Asian Animal Health Award (2024)
Artikel ini pertama kali diterbitkan di Kompas, Jumat 19 Juli 2024.